Sharapova-Kvitova langsung Pulang

Tennis - Wimbledon - All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Britain - July 3, 2018 Russia's Maria Sharapova reacts during the first round match against Russia's Vitalia Diatchenko REUTERS/Peter Nicholls

LONDON – Datang dengan kondisi yang sudah mulai stabil, Maria Sharapova malah meraih hasil antiklimaks di grand slam Wimbledon tahun ini. Kemarin dini hari petenis 31 tahun itu langsung tersingkir di babak pertama. Ini sekaligus menjadi raihan terburuk Sharapova di Wimbledon sepanjang karir.

Sebelumnya, dari 14 kali ambil bagian di ajang mayor lapangan rumput ini, Sharapova paling buruk terhenti di babak kedua. Dia pun pernah merasakan tampil di partai puncak dua kali dan menjadi juara pada 2004.

“Terkadang kamu sudah berada di posisi menuju menang. Namun kamu gagal untuk mengeksekusinya. Itu kasus yang terjadi hari ini (kemarin, red),” ucap Sharapova dilansir ESPN.

Vitalia Diatchenko yagn tidak lain rekan senagaranyalah yang menjadi mimpi buruk Sharapova kemarin. Petenis kualifikasi 27 tahun itu menghempaskan Masha, sapaan akrab Sharapova melalui tiga set 7-6(3), 6-7(3), 4-6.

Hasil ini sekaligus memutus sepuluh kemenangan berturut-turut Sharapova atas petenis yang juga berasal dari Rusia. Kali terakhir mantan ranking satu dunia tersebut takluk di babak pertama grand slam adalah pada 2010. Saat itu dia takluk di tangan Maria Kirilenko di ajang Australia Terbuka.

“Saya sempat sangat nervous. Namun, saya berusaha menikmatinya dan akhirnya mampu mengatasi keadaan,” ucap Diatchenko. Di babak kedua petenis ranking 132 dunia itu akan menghadapi petenis Amerika Serikat (AS) Sofia Kenin.

Di lain sisi, Sharapova bukan satu-satunya petenis top yang langsung angkat koper di Wimbledon tahun ini. Juara Wimbledon dua kali Petra Kvitova kemarin juga harus menelan pil pahit pasca takluk di tangan petenis Belarus Aliaksandra Sasnovich 4-6, 6-4, 0-6.

Kekalahan ini membuat Kvitova mengulangi capaiannya pada 2008 dan 2009. yakni langsung pulang di babak pertama. Petenis Republik Ceko ini pernah mengangkat trofi di Wimbledon pada 2011 dan 2014. (irr/tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *