Pulang Kebaktian, Polisi Dikeroyok

Korban pengeroyokan Bripka Yonathan Yaru, ketika dirawat di RSUD Yowari, Rabu (4/7) kemarin.

SENTANI- Seorang polisi dari Polsek Nimboran, dikeroyok oleh 5 orang pemuda dalam keadaan dipengaruhi miras (mabuk) di Kampung Sanggai Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura Rabu (4/7) sekitar pukul 01.00 wit dini hari kemarin.

Dari data yang diterima cenderawasih pos bahwa kejadian ini berawal dari korban Bripka Yonathan Yaru (38) pada hari selasa tanggal 03 Juli 2018 sekitar sekitar pukul 20.00 wit korban dari Kabupaten Sarmi selesai mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) hendak pulang ke Kampung Sanggai Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura.

Sekitar pukul 01.00 WIT 04 Juli 2018 dini hari kemarin, sesampai di Kampung Sanggai dicegat lima pemuda masing – masing berinisial FM (28), BM (26), RK (23), AU (21) dan YM (25) yang kesemuanya dalam pengaruh miras dan langsung mengeroyok korban dengan menggunakan kayu serta salah seorang pelaku FM (28) menikam korban dengan menggunakan sangkur di kepala dan mengenai helm korban, karena merasa terdesak korban mencoba menghindar tetapi para pelaku tetap mengejar korban, kemudian kembali pelaku FM (28) menikam korban sehingga mengenai punggung belakang korban.

Kapolres Jayapura AKBP Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Nimboran Ipda Andi B. Rachmat saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut setelah kejadian ada salah seorang saksi Adolof Wambukomo yang melihat kejadian tersebut kemudian berusaha menolong korban dan memegang kayu serta mengusir para pelaku, kemudian saksi lari menyelamatkan korban dan berteriak memanggil masyarakat sekitar untuk meminta tolong, sehingga para pelaku lari meninggalkan korban.

Jadi setelah berhasil mengamankan diri korban langsung menghubungi anggota Polsek Nimboran untuk meminta pertolongan dan setelah di TKP anggota Polsek kemudian membawa korban ke Puskesmas, korban mengalami luka robek 6 jahitan di punggung dan saat itu juga anggota Polsek langsung merujuknya ke RS. Yowari Kab. Jayapura, jelasnya saat dikonfirmasi melalui teleponnya Rabu (4/7) kemarin sore.

Rachman menyatakan, dari 5 orang pelaku, 1 orang pelaku berinisial BM (26) sudah ditangkap, untuk pelaku lain masih menjadi tugas dari Polsek Nimboran untuk segera ditangkap. “Kami himbau juga kepada tersangka lain lebih baik menyerahkan diri guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujarnya.  Para pelaku sendiri nantinya akan kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *