Melihat Pengelolaan Keuangan Kampung di 14 Kampung Se-Kota Jayapura (Bagian 1)

Priyadi/Cepos
DENGARKAN ARAHAN_Para Kepala Kampung, Aparat Kampung, Bamuskam dan pimpinan adat, saat mengikuti acara sosialisasi 3 Perwal yang diselenggarakan DPMK Kota Jayapura, di GSG Sian Soor, Rabu(28/6)lalu.

Dana Naik Hampir Dua Kali Lipat, Tiga Perwal Atur Pengelolaan Keuangan Kampung

Tahun 2018  ini, kucuran dana desa/kampung bagi 14 Kampung di Kota Jayapura,  meningkat drastis. Jika pada tahun anggaran 2017 sebelumnya, alokasi dana Desa ini hanya berkisar Rp 65 Miliar, namun pada tahun 2018 ini meningkat menjadi Rp 104 Miliar. Lantas bagaimana pengelolaan dana ini agar memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan  kampung?

Laporan: Priyadi_Jayapura.

Bulan Juni 2018 lalu, 14 kampung sudah menerima berbagai dana di kampung, mulai Dana Kampung ( Dana Desa), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Bagi Hasil. Dimana, jumlahnya tahun ini hampir dua kali lipat, jika dibanding dengan tahun 2017 lalu.  Jika di tahun 2017 lalu hanya kisaran Rp 65 miliar, namun tahun ini bisa mencapai lebih Rp 104 miliar untuk tahun 2018. Sehingga tentunya,  alokasi anggaran ini berpengaruh terhadap penerimaan sumber dana di setiap kampung.

   Walau pun mendapat alokasi dana yang besar tersebut, namun dalam pengeloaan keuangan kampung harus berhati-hati. Harus sesuai dengan program kegiatan yang sudah disepakati bersama melalui APBK. Untuk itu, hari Rabu (28/6) lalu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung(DPMK) Kota Jayapura, telah menyelenggarakan kegiatan pengelolaan Keuangan kampung yang telah dibuatkan tiga Peraturan Wali Kota Jayapura.

  Tiga Perwal itu,  yaitu Perwal Nomor 6 tahun 2018 tentang penghasilan unsur pimpinan kampung, Perwal Nomor 7 tahun 2018 tentang Penggunaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa dan Kode Rekening dan Perwal Nomor 8 Tahun 2018 tentang Standar Minimal Kampung.

   Dimana, dalam acara yang dibuka Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., mengatakan,  3 Perwal yang telah disosialisasikan kepada Kepala kampung, aparat Bamuskam, pendamping dan Pimpinan Adat, supaya ada komunikasi dan koordinasi yang baik, dalam pengelolaan keuangan kampung, melalui 3 Perwal ini. Karena, dana kampung harus dikelola dengan baik dan ada manfaatnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di setiap kampung.

   Dimana data yang diperoleh Wartawan Cenderawasih Pos, Selasa (3/7)kemarin , dari BPKAD Kota Jayapura, untuk realisasi dana kampung bagi 14 kampung tahap 1 sebesar 20 Persen Pemkot Jayapura TA 2018. Data ada di bawah.

   Dengan adanya kenaikan dana kampung tersebut, maka berpengaruh juga terhadap penerimaan besaran penghasilan pemerintah kampung dan adanya pemberian penghasilan bagi pimpinan adat dalam hal ini ondoafi dan kepala suku, baik gaji tetap maupun tunjangan.

   Menurut Wakil Wali Kota Jayapura Ir.Rustan Saru, dengan adanya 3 Perwal ini maka, diharapkan harus ada dampak pembangunan dan kesejahteraan yang diterima setiap masyarakat di kampung itu, apalagi sekarang pimpinan adat juga diberikan gaji sehingga harus mendukung kegiatan yang dilakukan di kampung.

  Hal lainnya,  dengan Perwal Perwal Nomor 7 tahun 2018 tentang Penggunaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa dan Kode Rekening bertujuan agar untuk menjamin tertib pengelolaan administrasi keuangan kampung sesuai dengan peraturan perundang-undangan, bahwa untuk menjamin pengelolaan keuangan kampung  yang efektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan diperlukan kode rekening kampung.

   Sedangkan Perwal Standar Pelayanan Minimal Kampung, dibuat bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat kampung, guna perwujudan kesejahteraan umum sesuai dengan kewenangan kampung perlu menerapkan Standar Pelayanan Minimal Kampung.

  Lantas bagaimana aparatur di masing-masing kampung, menyiapkan diri dengan bertambahnya dana yang masuk ke masing-masing kampung ini?(Bersambung)   

Daftar Realisasi Dana Kampung Tahap I Sebesar 20 Persen TA 2018 Pemkot Jayapura

1. Kampung Kayu Batu Rp  1.233.570.400,

2. Kampung Tahima Soroma Rp  1.393.570.112.

3. Kampung Tobati Rp  1.416.849.600,

4. Kampung Nafri Rp  1.822.492.200,

5. Kampung Enggros Rp  1.486.981.800,

6. Kampung Koya Koso Rp  1.638.796.400,

7. Kampung Waena Rp  1.318.130.800,

8. Kampung Yoka Rp  2.199.431.800,

9. Kampung Skouw Mabo Rp  1.418.272.800,

10. Kampung  Skouw Yambe Rp 1.326.567.200,

11. Kampung  Skouw Sae Rp  1.319.708.400,

12. Kampung Holtekamp Rp  1.353.617.200,

13. Kampung Koya Tengah Rp 1.334.001.800,

14. Kampung Moso Rp 1.620.299.200.

     Total Rp 20.881.842.400

Sumber: DPMK Kota Jayapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *