Thomas Ondy Divonis 7 Tahun Penjara

Mantan Bupati Biak, Thomas Alva Ondy saat menerima putusan dalam sidang Tipikor di Pengadilan  Negeri  Jayapura, Senin (2/7) kemarin.

JAYAPURA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Jayapura yang mengadili terdakwa Thomas Alva Edison Ondy,SE menilai,  mantan bupati Biak tersebut terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama dan pencucian uang dengan total Rp 72 M.

  Terdakwa juga terbukti bersalah dan dikenai vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda sejumlah Rp. 300.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana 3 bulan penjara dengan sejumlah barang bukti yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kota Jayapura.

Dalam putusan tersebut Thomas Ondy juga  dituntut untuk membayar uang pengganti sebanyak Rp. 36.753.640.515.00. dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar paling lama 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda milik Thomas akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dimana dalam hal terpidana jika tidak mampu membayar maka di pidana dengan penjara selama 3 tahun. Dengan biaya perkara dibebankan kepada terdakwa sejumlah Rp. 10.000.000.

  Terdakwa dinilai melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama dan pencucian uang selama menjabat menjadi Pepala Bagian Keuangan Sekertariat Daerah Kabupaten Mambramo Raya pada tahun 2011 – 2013.

  Terdakwa ditahan di Ruten oleh Penyidik pada 18 September 2017 sampai dengan 3 Oktober 2017, lalu  terdakwa ditahan di Rutan oleh Penuntut Umum pada tanggal 05 Oktober  sampai 24 Oktober 2017 (sampai dilimpahkan). Selanjutnya di hakim pengadilan negeri sejak 11 Oktober 2017 sampai dengan 09 November 2017.  Terdakwa kemudian berobat di RS Siloam Jakarta, sejak 27 Oktober 2017 sampai dengan terdakwa kembali ke tahanan negara. Sejak tanggal 8 Desember 2017 sampai 7 Januari 2018 mengalihkan tahanan terdakwa menjadi tahanan Kota Di Jayapura. Tahanan kota tersebut diperpanjang sejak tanggal 8 Januari sampai dengan 2 Maret 2018.

   Dengan putusan Pengadilan Negeri Kota Jayapura ini, terdakwa Thomas Alva Edison Ondy,SE yang didampingi kuasa hukumnya akan melakukan perundingan untuk memutuskan apakah akan melakukan upaya hukum banding atau tidak.

  Sidang putusan tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Jayapura tepatnya di ruangn sidang Candra Abepura Pada Senin (02/6). Dalam sidang putusan tersebut selaku Ketua Majelis Hakim, Dr. H. Prayitno Iman Santoso, SH, MH, Hakim AD HOC Sebagai Hakim Anggota, maria N. Sitanggang, SH.MH, Hakim AD HOC Sebagai Hakim Anggota, Bernard Akasian, SH.MH, Panitera Pengganti, A. Zumroni, SH, Jaksa Penuntut Umum, Meilany SH.MH, dengan Nomor Registerasi 68/PID.SUS-TPK/2017/PN JAP.(kim).

1 thought on “Thomas Ondy Divonis 7 Tahun Penjara

  1. seharusnya hakim memvonis tdk kurang dari 15 tahun penjara. harapan kepada JPU untuk banding. menurut saya ini bagian dari extra ordinary crime jd hrs maximal dan hak politik harus dicabut. saat ini kabupaten biak numfor mengalami defisit anggaran dan hutang pemda cukup besar yg ditinggalkan oleh thomas ondy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *