Ipda Jesaya H Nusi Ditemukan Tak Bernyawa

Humas Polda
 Jenasah Ipda Jesaya H Nusi yang berada di Puskesmas Dabra, Selasa (3/7)

Bripka Shinton Kbarek Dimakamkan kemarin di Abepantai

JAYAPURA- Ipda Jesaya H . Nusi  anggota Polres Puncak yang hilang saat penghadangan dan penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di Distrik Torere pada Rabu (27/6) lalu akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa oleh masyarakat Douw pada Selasa (3/7).

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan usai refleksi semester 1 tahun 2018 Kapolda Papua di Mapolda Papua, Selasa (3/7) kemarin.

Kapolda Rafli Amar menyebutkan, saat ini jenasah masih berada di Douw dan akan dibawah ke Dabra dengan jarak tempuh 7 hingga 10 jam perjalanan, selanjutnya jenasah akan dibawa ke Jayapura yang rencananya akan tiba hari ini (4/7).

“Setelah tiba di Jayapura akan dilakukan otopsi  untuk mengetahui sebab kematian, dan rencananya kita akan melakukan pemakaman sebagaimana yang telah kita lakukan pada Brigpol Sinton,”  ucap Kapolda.

  Dikatakan, dua korban Ipda Jesaya H . Nusi dan Bripka Sinthon     saat menjalankan tugas menggunakan senjata. Dimana Ipda Jesaya memegang Revolver dan saat ditemukan senjata itu masih melekat pada tubuhnya, sedang senjata SS1 yang dimiliki Bripka Sinthon diduga hilang terbawa arus sungai.

“ Saat ditemukan tak ada senjata di badan Brigpol Sinthon, dugaan kami senjata tersebut terbawa arus di sungai dan korban berusaha menyelamatkan diri saat itu namun karena sudah ada tembakan yang mengenai tubuhnya,” beber Rafli Amar.

  Sedang dari kesaksian korban yang selamat mengaku, sekalipun korban sudah menjeburkan diri ke sungai Kelompok Kriminal Bersenjata tetap menembaki korban. Sehingga para korban terus menyelam untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyebutkan Ipda Jesaya ditemukan di sungai dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi korban masih menggunakan seragam dinas kepolisian dengan pistol Revolver milik korban masih menempel di pinggang korban.

“Korban ditemukan sekira 300 meter dari lokasi kejadian penghadangan di Sungai Douw,” terangnya.

Melalui telfon selulernya, Kapolres Puncak Jaya AKBP Agustinus F.I Napitupulu menyebutkan pencarian dari Tim Polres Puncak Jaya sendiri dipimpin oleh Wakapolres  Puncak Jaya Kompol Andreas dan bersama masyarakat menemukan korban.

“Sekitar  pukul 17.30 Wit jenasah tiba di Puskesmas Dabra untuk dibersihkan,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Ipda Jesaya melakukan pengamanan Pilkada Gubernur di Distrik Torere yang dikabarkan hilang pada Rabu (27/6) di Distrik Torere bersama Bripka Sinthon Kbarek yang telah ditemukan 1 hari sebelumnya dan sudah dimakamkan pada Selasa (3/7) di Pekuburan Umum Kampung Biak Kelurahan Abe Pantai Distrik Abepura Kota Jayapura Papua.

Kapolda Papua, Irjend Pol Boy Dafli Amar menyampaikan bahwa dari tewasnya Bripka Shinton Kbarek melahirkan duka bagi korps Polri karena Polri kembali kehilangan satu anak bangsa yang mau mengabdi sepenuh hati, menjalankan tugas hingga akhirnya tewas dalam pekerjaan. Kapolri kata Boy Rafli juga menyampaikan ucapan bela sungkawa dan semoga Tuhan memberikan ketabahan dan perlindungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Tentunya Polri berduka dan apa yang dilakukan almarhum sebelum meninggal patut dicontoh. Almarhum Shinton dalam bertugas berseragam dinas lengkap, menggunakan rompi anti peluru dan atribut lainnya. Ini patut dicontoh bagi yang lain dalam menjalankan tugas sesuai protap atau SOP,” kata Kapolda. Disini Boy Rafli juga menampik jika kejadian di sungai Mamberamo ini bagian dari upaya mengganggu keamanan dalam Pilkada.

Kata mantan Kadiv Humasn Mabes Polri ini posisi kejadian tidak persis di tempat pemungutan suara sehingga tak ada fakta jika Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini melakukan gangguan di lokasi pemungutan suara.

“Lokasinya cukup jauh dengan menggunakan speedboat dan informasi dari lokasi di Torere ada 2 jam. Ini belum bisa disimpulkan berkaitan dengan PAM Pilkada apalagi semua proses pemungutan suara berjalan lancar dan ini diluar proses pemungutan suara,” katanya. Almarhum Shinton dan lainnya ketika itu dalam perjalanan menuju Distrik Douw untuk mencari bahan makanan yang jumlahnya sangat terbatas namun di tengah jalan dihadang dan ditembak,” pungkas Kapolda. (fia/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *