Tito Karnavian: Jika Bandel Berhadapan Dengan TNI/Polri

Elfira/Cepos

Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Lanud, Minggu (1/7).

JAYAPURA- Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D menyebutkan dalam mengatasi gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kian marak di Papua, sistem penanganannya melalui mekanisme penegakan hukum.

Dikatakan, persoalan utama di Papua terutama di daerah pegunungan adalah masalah ekonomi. Sehingga itu, dirinya meminta masyarakat untuk mendukung proses pembangunan di tanah papua.

“ Mari kita dukung pembangunan di tanah Papua dengan tidak menggunakan kekuatan senjata, namun jika ada yang bandel menggunakan  senjata maka berhadapana dengan TNI/Polri,” ucap Tito Karnavian yang didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Lanud, Minggu (1/7).

“ Kita tidak segan-segan melakukan tindakan tegas, karena  hukum di Indonesia sudah mengatur  itu, bahkan di negara manapaun tidak mengijinkan untuk menembak bahkan membunuh orang lain,” sambung Tito dengan nada tegas.
Terkait dengan pengamanan di Kabupaten Nduga sendiri, dirinya mengaku ada penambahan pasukan melalui laut dari Timika.

Dirinya meminta dukungan masyarakat Papua terutama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat untuk menciptakan Pilkada damai  di tanah papua untuk pemilihan Gubernura dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

“Tidak boleh  ada gangguan keamanan, jika ada gangguan keamanan maka  kita akan lakukan upaya hukum secara tegas,” tegas Tito.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian bersama-sama dengan Panglima TNI, Marshekal Hadi Tjahjanto tiba di Jayapura kemarin, kedatangan Kapolri dan panglima TNI ini sekaligus untuk mengecek langsung pemilukada gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua dan pilkada bupati dan wakil bupati yang ada di Provinsi Papua.

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menjelaskan bahwa dirinya bersama Panglima TNI telah melaksanakan rapat dengan pemerintah daerah dan unsur keamanan di Papua, terkait pengamanan Pilkada di Papua.
Menurut Tito, untuk pilkada serentak di Papua sendiri ada dua kabupaten yang Pilkadanya sempat ditunda, yaitu di Paniai dan di Nduga.

” Khusus untuk Nduga kita memang ada penambahan pasukan dari Timika dan sekarang kota Kenyam Nduga sudah aman dan dari laporan bahwa pemilihannya sudah dilakukan 100% dan sudah selesai dilaksanakan,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers bersama Panglima TNI di Base OPS Lanud Jayapura, Minggu (1/7).

Untuk Pilkada bupati dan wakil bupati di Kabupaten Paniai sendiri, kata Tito sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat antara KPU dan Panwaslu Kabupaten Paniai. Hal ini sekarang menjadi atensi dari KPU dan Panwaslu Provinsi Papua.

“Apapun tentunya kita serahkan mekanisme penyelesaiannya kepada KPU dan Panwaslu. Sedangkan Polri dan TNI lebih banyak kompetensinya mengenai pengamanan,” kata jenderal bintang empat ini.

Dia menyatakan pihaknya akan menyampaikan kepada KPU dan Bawaslu RI untuk memberikan perhatian khusus supaya ada keputusan menganai pilkada Paniai, terkait apakah diikuti oleh dua calon atau satu calon di Kabupaten Paniai.

“Kalau keputusan sudah diambil, maka Polri dan TNI, di mana bapak panglima dan saya sudah sepakat bahwa apapun keputusan nanti merupakan keputusan dari negara dan kami akan amankan,” ujar mantan Kapolda Papua ini.
“Berapapun juga kekuatan kita akan amankan. Jadi tidak boleh ada gangguan keamanan. Kalau ada gangguan keamanan, maka kita akan lakukan upaya hukum secara tegas,” pungkasnya. (fia/bet).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *