Atlet NPC Papua Raih 2 Perunggu

Zeth Baransano melakukan star pada ajang internasional Test Event Asian Para Games (APG) 2018 di Stadion Madya GBK Jakarta, Sabtu (30/6) lalu.

JAYAPURA – Zeth Baransano sprinter asal Papua sukses mempersembahkan dua medali perunggu bagi kontingen Papua pada ajang internasional Test Event Asian Para Games (APG) 2018 di Stadion Madya GBK Jakarta.

Dua medali perunggu didapatkan Zeth dihari pertama Test Event cabang olahraga atletik, Sabtu (30/6) di nomor lari 200 meter klasifikasi T36/37 putra harus mengakui keunggulan dua pelari Indonesia Purnomo dan Laksana dengan cacatan waktu 28.18 detik.

Sedangkan di pertandingan kedua, Minggu (01/07) klasifikasi T36/37 nomor 100 meter putra harus kembali diposisi ketiga dari 7 pelari, dua diantaranya merupakan pelari Indonesia dengan catatan waktu 13.80 detik.

Sementara di pertandingan lainnya, hasil kurang memuaskan didapatkan Papua, dimana Engelina Wagai turun di 3 nomor yakni lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru klasifikasi F42 putri kalah dari Samidi atlet Indonesia dan Nisa dari Jawa Tengah.

Hal yang sama didapatkan Maria Willi turun di tiga nomor berbeda 100 meter, 200 meter dan 400 meter klasifikasi T47 gagal meraih satupun medali.

Pelatih Atletik NPC Papua Filipus Pamanggori mengaku bersyukur dengan hasil yang didapatkan, meski jauh dari yang diharapkan. Namun dirinya tetap memberikan apresiasi atas kerja keras yang ditunjukkan atlet, dimana sudah berjuang untuk bersaing dengan atlet Pelatnas.

Pamanggori mengharapkan ke depan ketiga atletnya dapat tampil lebih maksimal di event selanjutnya dan terus berlatih persiapan Peparnas 16 tahun 2020 di Papua, apalagi Zeth Baransano dan Maria Wili dengan usia yang masih muda.

“Masih ada waktu untuk keduanya berprestasi, mereka masih muda. Pulang dari sini saya harap bisa terus berlatih, persiapkan diri untuk Peparnas dan tentu sebagai tuan rumah harus sukses prestasi,” katanya.

Lanjutnya, ketiga atletnya salah satu dapat dipanggil masuk pelatnas guna mempersiapkan diri jelang Asian Para Games 2018, sebab menurutnya Zeth Baransano berpeluang besar. Pasalnya limit waktunya tidak berbeda jauh dengan atlet Indonesia.

“Zeth di 100 meter putra waktu limit nya tidak berbeda jauh dengan atlet nasional, optimis dia bisa masuk kembali lagi karena sebelumnya sempat dipanggil hanya saja cedera harus di istirahat kan,” harapnya.

Di tempat berbeda pelatih Renang NPC Papua Johan Karubaba mengungkapkan kondisi atletnya saat ini dalam performa yang maksimal, sehingga pihaknya optimis atlet bisa meraih hasil yang baik.

“Memang Max sebelumnya sempat sakit, tapi kemarin Ia sudah dinyatakan sembuh jadi siap diturunkan, kalau Karel dan Budiman dalam kondisi siap tempur hadapi perenang dari pelatnas,” ungkapnya. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *