Anak 13 Tahun Tewas Gantung Diri

Petugas medis RSUD Merauke dan anggota Satuan Reskrim Polres Merauke ketika melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban gantung diri di ruang jenazah RSUD Merauke, Sabtu (30/6) .

MERAUKE- Warga Kuda Mati tepatnya di Gang Kewa dihebohkan dengan ditemukannya warga yang gantung diri. Fransisko Yohanis Amote (13), bocah yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) itu ditemukan tewas gantung diri di samping rumahnya di Jalan Kuda Mati, Gang Kewa pada, Jumat (29/6) sekitar pukul 23.00 Wit. Jasad Fransisko ditemukan dengan kondisi leher terlilit kabel yang digantung di kayu kerangka atap rumahnya.

Kapolres Merauke Ajun Komisaris Besar Polisi Bahara Marpaung,SH saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi Micha Toding Potty,SH.,SIK membenarkan peristiwa tersebut. Kata Suhardi, korban merupakan bocah 13 tahun yang masih duduk di bangku SMP.

“Yang pertama kali menemukan korban gantung diri adalah ibunya (Pelapor). Itu sekitar pukul 23.00 Wit. Korban ditemukan di samping rumahnya,” kata AKP Micha Toding Potty,SH.,SIK kepada koran ini, Sabtu (30/6).

“Saat itu pelapor hendak mencarinya sebab sudah larut malam korban belum pulang ke rumah. Ketika dicari, pelapor menemukan korban dalam keadaan tergantung dan sudah tak bernyawa lagi,” sambungnya.

Lanjut Suhardi, dari keterangan pelapor, sebelum korban ditemukan tewas gantung diri, sekitar pukul 18.30 Wit, korban masih berada di rumah. Saat itu korban sedang makan malam.

“Namun disaat itu juga, kakak korban ini memberitahukan ke pelapor kalau korban lagi maen HP dan mengirim pesan singkat sembarangan. Sehingga kakak korban melarangnya untuk bermain HP lagi,” ujarnya.

Usai menegur korban untuk tidak bermain HP, kakak korban langsung mengambil HP tersebut lalu memberikannya kepada pelapor. Dan disaat itu juga korban langsung pergi meninggalkan rumah.

“Lantas pelapor memanggil korban namum tak ada jawaban. Saat meninggalkan rumah, korban menaruh piring yang masih berisikan makanan. Makan itu tidak dimakan korban,” jelasnya.

Sekitar pukul 20.30 wit, sambung Kasat Reskrim Micha, pelapor mencari korban ke arah Jalan kuda mati namun tak menemukannya.

“Pelapor mengulang mencari korban lagi pada pukul 21.30 wit, dan pukul 22.00 wit, namun tak menemukan korban lagi. Dan akhirnya pada pukul 23.00 Wit korban ditemukan dalam posisi gantung diri dan telah meninggal dunia,” bebernya.

Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban ditemukan bekas jeratan kabel di lehernya dengan lidah menjulur keluar.

“Setelah kami melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mayat korban langsung kami bawa ke ruang jenazah RSUD Merauke dan selanjutnya diserahkan kembali ke keluarga,” pungkasnya.(nik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *