Makin Tinggi Partisipasi Pemilih, Pilkada Makin Berkualitas

Gratianus Silas/Cepos
Fery Kareth

JAYAPURA- Berkaitan dengan penilaian atas rendahnya partisipasi pemilih dalam pemungutan suara pada 27 Juni lalu, mantan Ketua KPU Provinsi Papua, yang juga akademisi hukum di Universitas Cenderawasih, Fery Kareth, mengatakan bahwa pada dasarnya yang disebut dengan Pilkada berkualitas itu, salah satu faktor ialah partisipasi pemilih. Semakin tinggi partisipasi pemilih, misalnya 75 sampai 80 persen, maka Pilkada tersebut semakin berkualitas.
“Saya mengamati dan mengikuti perkembangan berdasarkan laporan dari daerah, termasuk Kota Jayapura, yang mana pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) itu sangat minim. Ini hampir merata, sehingga mudah-mudahan hanya terjadi di kota saja,” ungkap Fery Kareth kepada Cenderawasih Pos, Kamis (29/6) kemarin.
Kareth membeberkan beberapa faktor penyebab minimnya partisipasi pemilih. Pertama, hal ini bisa saja bertepatan dengan Piala Dunia yang menyebabkan masyarakat tertidur, sampai-sampai melewatkan waktu untuk melakukan pemungutan suara.
“Kedua, bisa saja disebabkan form C6 yang merupakan undangan bagi masyarakat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di TPS tempat ia terdaftar. Sebab, cukup banyak pemilih yang belum menerima form itu, bahkan tak jarang ada yang tidak menerima sama sekali. Saya saja terima form itu di pukul 20.00 WIT malam, beberapa waktu sebelum dilakukan pemungutan suara di esok paginya,” bebernya.
Yang berikutnya tidak menutup kemungkinan adalah dipengaruhi tingkat kesadaran maupun sosialisasi bagi masyarakat pemilih. Artinya, Pilkada kemarin itu sangat penting karena menentukan pemimpin daerah di lima tahun kedepan.
“Lagipula, kita memberikan hak pilih itu tidak lama. Bahkan tidak sampai harus tidur di TPS. Sebaliknya hanya beberapa menit saja memberikan hak pilih kita. Namun, kehadiran dan suara kita itu menentukan pembangunan daerah kita di lima tahun kedepan, sehingga ini hal yang penting,” tambahnya.
Kareth sendiri mengharapkan adanya penelitian yang terkait dengan partisipasi masyarakat ini. Mudah-mudahan ada lembaga akademisi maupun lembaga survey yang meneliti perihal ini. Sebab, partisipasi pemilih memang terlihat sangat kurang dalam memberikan hak pilihnya. (gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *