Foto Anjal Diposting di Medsos, Ini Tanggapan Pekerja Sosial Kota Jayapura

Para anak-anak jalanan, saat melakukan olahraga futsal di salah satu lapangan futsal di Kota Jayapura, Senin (26/6) kemarin.

JAYAPURA- Foto-foto anak jalanan (anjal) menggunakan lem aibon di Kota Jayapura yang diposting di media sosial (medsos) mendapatkan respon yang keras dari salah satu pemerhati anak jalanan yang selama ini telah mendapingi anak jalanan di Kota Jayapura, Amoye Pikey.

Amoye yang juga merupakan Ketua Ikatan Pekerja Sosial Indonesia Provinsi Papua, menegaskan bahwa jika menemukan anak jalan sebaiknya jangan asal foto, tetapi sebaiknya menghampiri dan bertanya tentang keadaan dan kondisi sehari-hari dari anak jalan tersebut.

“Ini supaya jangan asal jangan asal posting foto tanpa mengetahui objek yang sedang di foto,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (26/6).

Amoye yang sehari-hari mendampingi anak jalanan di Kota Jayapura ini menjelaskan bahwa pihaknya memiliki banyak sekali foto-foto pelayanan terhadap anak jalanan, tetapi karena kode etik pekerja sosial, maka tidak bisa mempublikasikan foto klien di media sosial secara sembarangan.

“Kami hanya dapat mempublikasikan foto mereka (anjal) ini secara terbatas dalam rangka pengambilan keputusan guna kebaikan klien tersebut,” jelasnya.

“Kerahasiaan anak sangat kita junjung,” tambahnya.

Alumni Universitas Cenderawasih ini menyarankan jika masyakat menemukan adanya anak jalanan di Kota Jayapura sebaiknya langsung melaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini Dinas Sosial, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Nanti Dinas Sosial yang merespon dengan mitra-mitra di lapangan untuk dapat menangani masalah tersebut dengan secepatnya,” ujarnya. (bet).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *