Besok, Pilkada Serentak di Papua Digelar

1,5 juta Lebih Pemilih Akan Salurkan Suaranya di 9.222 TPS

JAYAPURA — Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, besok 27 Juni. Provinsi Papua termasuk yang menyelenggarakan Pilkada, yakni Pilkada Gubernur (Pilgub) yang diikuti Dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, dan Pemilihan bupati dan wakil bupati di 7 Kabupaten.
Untuk Pilgub Papua, dua pasangan calon masing-masing pasangan nomor urut 1 Calon Gubernur Lukas Enembe dan Calon Wakil Gubernur Klemen Tinal, berikutnya pasangan nomor urut 2 Calon Gubernur Jhon Wempi Wetipo dan Calon Wakil Gubernur Habel Melkias Suwae.
Sementara, untuk 7 kabupaten yang menggelar Pilkada masing-masing Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Biak Numfor, Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Kabupaten Puncak.
Dari 7 kabupaten ini, di 4 kabupaten ( Mimika, Biak Numfor, Deiyai dan Paniai) akan bertarung beberapa kandidat pasangan calon, sedangkan di 3 kabupaten ( Jayawijaya, Puncak dan Mamberamo Tengah) hanya ada calon tunggal, artinya lawannya adalah kotak kosong.
Dari data yang dihimpun Koran ini dari KPU Provinsi Papua, jumlah pemilih tetap dalam Pilkada Gubernur di Provinsi Papua yakni sebanyak 3.411.217 pemilih, dengan rician Pemilih laki-laki sebanyak 1.822.383 pemilih dan pemilih wanita 1.588.835 pemilih.
Pemilu akan dilaksanakan di 560 distrik, 5.498 Desa/keluarahan dengan jumlah TSP sebanyak 9.222 buah.
Menyangkut persiapan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Adam Arisoi, mengatakan bahwa KPU Provinsi Papua tidak henti-henti melakukan komunikasi dan koordinasi kerja dengan KPU di daerah, terkait dengan perkembangan informasi dalam persiapan dan kesiapan menuju pemungutan suara per 27 Juni mendatang.
“Kita masih update terus dari Sabtu (23/6) dan Minggu (24/6) kemarin. Distribusi logistik tengah dilakukan oleh teman-teman di kabupaten/kota. Artinya, hari Minggu itu tidak ada pesawat, sehingga distribusi tetap dilakukan, terutama bagi daerah yang mampu dijangkau dengan transportasi darat maupun laut,” ungkap Adam Arisoi, kepada Cenderawasih Pos, Senin (25/6) kemarin.
Disinggung soal persiapan dan kesiapan di tingkat paling bawah, yakni di tingkat Panitia Pemilihan Distrik (PPD) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS), Arisoi mengatakan bahwa jikalau logistik pemilihan sudah tiba di PPD, maka, tanpa membuang banyak waktu lagi, akan kemudian didistribusikan ke PPS.
Sementara itu, surat surara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Paniai hingga H-2 belum terdistribusikan akibat tertahan di Kabupaten Nabire.
Hal ini diungkapkan oleh anggota KPU Papua Izak Hikoyabi seusai pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayen George Supit, Bawaslu Papua dan FKUB, di Mapolda Papua, Senin (25/6) kemarin.
“Untuk Distribusi logistik Pilgub hingga saat ini masih tertahan di Kabupaten Paniai, sementara Logistik untuk Pilkada Kabupaten Jayapura tertahan di Kabupaten Nabire,” ucap Izak Hikoyabi kepada wartawan.
Dikatakan, segera mungkin logistic tersebut akan digeser ke Paniai dan dilakukan pengawasan penuh. dan anggota KPU Papua yang membidangi hukum atas nama Tarwinto sudah berada di Nabire dan akan segera ke Enarotali bersama logistic Pilkada Paniai.
Lanjutnya, Berdasarkan keputusan RI yang diterima Pilkada Paniai bakal diikuti dua pasangan Calon Yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobay dan Hengki Kayame-Yeheskiel Teneuyo.

Untuk pengamanan di Kota Jayapura, hari ini, 602 personil gabungan dari Polres Jayapura yang diback up BKO Polda Papua dan Polda Papua Barat dan 1.258 orang Linmas akan digeser ke 629 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Jayapura. Hal tersebut diungkapkan Kabag Ops Polres Jayapura Kota, AKP Leonardo Yoga kepada Cenderawasih Pos, Senin (25/6) kemarin.
Selain melibatkan 602 personil gabungan untuk pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Kota Jayapura, Polres Jayapura Kota juga melibatkan 1.258 anggota Linmas untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Kita menerapkan pola Personil Pam TPS mengikuti logistic mulai dari kantor KPU Kota Jayapura mengawalnya hingga ke Kelompok Panitia Pemungutan Suara, kotak suara yang sudah selesai dicoblos hingga ke PPD setelah di PPD kita akan lakukan pasukan lintas ganti,” ucap Leonardo.
Dikatakan, masing-masing TPS nantinya akan diamankan 1 hingga 2 personil. Dengan pola pengamanan melihat karakteristik kerawanan dari masing-masing TPS itu sendiri.
Dari pantauan Polres Jayapura Kota sendiri, 4 wilayah yang dianggap rawan 2 yakni, Rusunawa, Mosso, Perumnas 3 dan Koya Tengah. Sehingga itu, di 4 wilayah tersebut akan diamankan 2 personil.
“Dalam pengamanan ini, kita juga melibatkan sebanyak 127 personil TNI. H-1 pelaksanaan Pilkada mereka sudah stand bay di Mako Polres Jayapura Kota dan ada yang melakukan Patroli,” bebernya.
Jauh hari kata Leonardo pengawasan keamanan sudah dilakukan Polres Jayapura Kota, semua fungsi bergerak misalkan terhitung H-30 pelaksanaan Pilkada dari jajaran Intel sudah melakukan cipta kondisi serta menganalisa kerawanan yang mungkin terjadi pada saat tahap pemungutan suara.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga Kota Jayapura agar tetap aman dan kondusif dalam pelaksanaan Pilkada khususnya tahapan pemungutan suara.
“Rasa aman dan nyaman itu harus timbul dari dalam diri masing masing masyarakat yang ada di Kota Jayapura, pilihan boleh berbeda namun saya pikir perbedaan itulah yang membuat kita kuat,” katanya. (fia/gra/luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *