Prostitusi Berkedok Rumah Makan, 8 PSK Terjaring Razia

Denny/ Cepos

Delapan PSK di Wamena saat berada di ruang Sat Reskrim Polres Jayawijaya untuk dimintai keterangannya, Sabtu (23/6).

WAMENA—Delapan warga pasar Jibama Wamena yang diduga sebagai
Pekerja Seks Komersial (PSK) yang melakukan praktek prostitusi berkedokan warung makan, terjaring dalam razia Polres Jayawijaya, Sabtu (23/6) malam pukul 22.00 WIT.
Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Jefri Tambunan.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba, saat dikonfirmasi
membenarkan adanya razia tersebut dan hasilnya 8 orang wanita yang
diduga sebagai PSK terjaring, dari 8 orang tersebut masing —masing
berinisial TN (48), NI (43), YI (42), SI (39), YC (35), AN (34), EI
(27) dan JI (36) di mana mereka bekerja sendiri dan tidak dipekerjakan
orang lain atau mereka tak memiliki mucikari.
Benar semalam ada razia, kita amanka 8 orang yang diduga
merupakan PSK yang bekerja sendiri tanpa memiliki mucikari, dalam
melakukan praktek prostitusi ini mereka menggunakan tempat tinggal
mereka atau warung sebagai tempat transaksi atau praktek prostitusi,ungkapnya, Minggu (24/6) kemarin.
Dalam razia itu, kata Jan Reba, aparat Polres Jayawijaya fokus melakukan razia di jalan Trans Iria dan Jalan J.B. Wenas dan di dalam area Pasar Jibama (pasar Baru) Wamena.
Kasat Reskrim beserta Piket Reskrim mengamankan 8 (delapan) Orang
perempuan yang di duga berpropesi sebagai PSK dan diamankan di ruang
Reskrim untuk proses pemeriksaan.
Jayawijaya masih dalam kategori rawan, banyak permasalahan yang bisa memicu timbulnya konflik, salah satunya keberadaan tempat prostitusi
sehingga mereka ini harus diberikan sanksi agar tidak lagi melakukan
tindakan seperti itu,katanya.
Menurutnya, menyikapi masalah ini, kepolisian akan berkoordinasi
dengan Pemerintah Daerah agar memberikan sanksi tegas dan memulangkan ke daerah asal para PSK ini. Mereka terbukti bekerja sebagai PSK, di mana dalam razia itu kepolisian berhasil menemukan puluhan kondom yang disiapkan disalah satu warung makan.
Intinya kami bertindak atas dasar adanya laporan dari masyarakat, Polres Jayawijaya akan membersihkan penyakit masyarakat
sehingga beberapa tempat di Jayawijaya terutama Pasar Jibama akan terbebas dari image sebagai tempat prostitusi,tegas Kapolres
Jayawijaya.
Ia menambahkan, ke delapan orang yang diamankan melanggar Pasal 296 KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan, kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan dan mengambil data diri mereka dan pihaknya juga akan menggali informasi tentang keberadaan
prostitusi terselubung lainnya yang masih bersembunyi.
Kami tahu ada beberapa tempat yang digunakan untuk melakukan praktek
prostitusi di Wamena, komitmen kami akan membersihkan semuanya dari dalam Kota Wamena dan memulangkan mereka yang melakukan prostitusi,pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *