Beberapa Distrik di Lanny Jaya Terancam PSU

Denny/ Cepos
Ketua DPRD Lanny Jaya , Terius Yigibalom Terius
Yigibalom

WAMENA—Tim Sukses Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua
nomor urut satu tingkat Lanny Jaya mewanti-wanti terjadinya Pemungutan
Suara Ulang (PSU) di sejumlah distrik di Kabupaten Lanny Jaya.
Hal ini dikarenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Lanny Jaya belum menindaklanjuti rekomendasi KPU Provinsi untuk
memperbaiki DPT.
Ketua DPRD Lanny Jaya , sekaligus Sekretaris Timses Paslon Gubernur
dan Wakil Gubernur nomor urut satu, Terius Yigibalom mengungkapkan,
dalam penetapan DPT Lanny Jaya terjadi
penggelembungan di enam distrik di Lanny Jaya. Terkait hal ini, ia telah melaporkan ke Panwas dan Bawaslu Provinsi Papua, hanya saja
tidak ditindaklanjuti.
Terakhir pleno KPU Provinsi Papua telah mengeluarkan catatan
khusus untuk distrik-distrik yang bermasalah. KPU Papua perintahkan
kepada KPU Lanny Jaya untuk dilakukan pencermatan dengan menghadirkan saksi Paslon, dinas teknis tetapi sejak pleno di provinsi hingga saat
ini tidak pernah dilakukan itu,tegasTerius saat ditemui di Wamena,
Jayawijaya, Sabtu (23/6).
Terius khawatir jika data yang dipakai untuk Pilgub pada 27 Juni 2018 atau saat pencoblosoan adalah data yang bukan hasil perbaikan, atau masih menggunakan data versi KPU yang sebelumnya diminta untuk diverifikasi ulang.Kelihatannya sekarang sudah distribusi logistik. Yang lebih para KPU
mengeluarkan surat bahwa Kasubag data hilang dan meminta Kapolres
untuk lacak, tapi saya mau katakan bahwa ini bagian dari skenario KPU
Lanny Jaya dan Panwas Lanny Jaya, sengaja supaya biar data mereka yang
dipakai ketika Pilgub,bebernya.
Hal ini, tegas Ketua DPRD Lanny Jaya, tidak boleh terjadi karena akan
merugikan tim paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu
maupun nomor urut dua. Dia juga mewanti-wanti bila setelah Pilkada
gubernur ini terjadi pemilihan suara ulang (PSU).
Itu prediksi saya bisa ada PSU, oleh karena itu, paling tidak sebelum
ke sana harus selesaikan masalah ini. Kalau tidak lakukan, maka ini
rawan PSU, tuturnya.
Terkait PSU, kata Yigibalom pihaknya tidak mengharapkan hal ini
terjadi, mengingat akan memboroskan anggaran nantinya, sehingga dia
berharap di masa tenang menjelang tanggal 27 Juni ini terjadi mujizat.
Kalau tidak terjadi yang terpenting dari awal sudah sampaikan agar semua tahapan ini bisa berjalan baik sesuai aturan yang ada.
Jika 27 Juni terjadi masalah maka tidak harus ke siapa-siapa, karena yang bertanggungjawab adalah Ketua KPU dan Panwas Lanny Jaya, karena ada proses pembiaran di sini, tegasnya lagi.
Selain itu, dari sisi jumlah DPT secara keseluruhan tidak permasalahkan hanya saja ada beberapa distrik yang memang data DPT-nya sangat tidak rasional. Dia mencontohkan di Disrik Pirime DP4 5500 jiwa, namun saat pleno DP4 turun 170, Distrik Golo dari 4000 dikurangi
1200, sedangkan di Mbruwa DP4 maupun data pemilu terakhir 8000 jiwa,
namun tiba-tiba DPT melambung hingga 11 ribu.
Sedangkan di ibu kota kabupaten yang notabene adalah pusat tetapi
jumlah hanya 8000 jiwa saja, sedangkan Mbruwa yang baru dimekarkan
mencapai 11 ribu. Ada beberapa distrik lain yang bermasalah yakni
Balingga, Balingga Barat, Nogi. Ini tidak rasional dan kami sudah
laporkan ke DKPP,jelasnya.
Terkait permintaan KPU ke Polres terkait hilangnya Kasubag Data,
Terius Yigibalom meminta ke pihak Polres agar segera menelusuri
keberadaan Kasubag tersebut karena Kasubag Data tersebut merupakan
orang yang paling tahu tentang data ini.
Kami juga koordinasi dengan Kapolres, selama ini ketika pleno Kasubag
data secara terang terangan katakan bahwa dia dapat ancaman dari KPU
Lanny Jaya saat pleno DPT. Sehingga kami berharap pihak keamanan lihat
ini, karena ini ada sebab akibat, kok nomor kontaknya tiba-tiba
hilang, pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Lanny Jaya saat saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos via selulernya tidak aktif hingga berita
ini ditulis.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *