8 Jam Operasi, 4 Kg Daging Bokong Diangkat

Yustani for Cenderawasih Pos
PASCA OPERASI – Pasien Yustina (2) digendong sang ibu pasca operasi pengangkatan daging di bagian bokong yang dilakukan di RS Soetomo Surabaya. Perlahan-lahan kondisi pasien terus membaik.

JAYAPURA – Upaya tim medis dari RS Soetomo, Surabaya untuk membedah bokong Yustina, salah satu pasien asal Kabupaten Kepulauan Yapen akhirnya berhasil. Operasi yang dilakukan selama 8 jam pada 21 Juni lalu ini akhirnya berhasil mengangkat 4 Kg daging Yustina yang tumbuh dibagian bokong.

Kondisi balita berusia 2 tahun ini menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yapen, dr Ephraim Aloysius Osok, M.Kes sempat diduga sebagai tumor namun ternyata ini lebih tepat disebut Teratoma sakrokoksigeus. Penyakit ini adalah neoplasma yang terdiri dari bermacam-macam jaringan yang berbeda dari ketiga lapisan sel germinal asing pada tempat anatomi dimana jaringan tersebut muncul yaitu sering terjadi dekat tulang ekor (coccyx), dimana konsentrasi terbesar sel primitive berada untuk periode waktu yang lama.

Salah satu bidan bernama Yustani asal Yapen yang mendampingi Yustina menyampaikan jika kondisi Yustina saat ini sdh jauh lebih baik meski sempat rewel karena pengaruh rasa nyeri. “Sekarang sudah mulai membaik. Semua sudah normal, hanya pipis dan buang air besar yang masih dikontrol,” tulisnya dalam pesan singkat.

Hanya untuk tidur dikatakan pasien mungil ini masih harus dalam posisi tengkurap mengingat kondisi luka ada di bagian bokong. “Kami berharap adik ini kondisinya terus membaik,” imbuhnya. Sementara salah satu aktifis sosial Jayapura, Gunawan Fabanyo yang sempat mendampingi Yustina menyebut bahwa awalnya pasien dan kedua orang tuanya agak canggung karena berada di tempat baru namun perlahan-lahan bisa beradaptasi.

Hanya kata Gunawan, keluarga dan pendamping masih membutuhkan dukungan anggaran sebab masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi selama di Surabaya. “Kemarin dokter Echa Sagrim dari Papua juga sempat datang menengok pasien ini dan memberikan boneka buat Yustina tapi nampaknya kebutuhan lain juga diperlukan karena anggaran pemerintah juga terbatas sehingga jika ada yang ingin membantu tentu lebih baik,” katanya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *