Pemilihan Wabup Keerom Sudah Ada Mekanismenya

Sementara itu, Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM secara tegas membantah tuduhan terhadap dirinya yang menyebutkan jika Wakil Bupati Keerom bukan orang asli Keerom.

Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan masyarakat adat yang kecewa soal calon Wakil Bupati Keerom bukan orang asli Keerom seperti yang diberitakan, Cepos edisi, Selasa (19/9).

“Perlu saya jelaskan bahwa pemberitaan di Cenderawasih Pos, tanggal 19 Juni 2018 yang memuat pernyataan saya sebagai Bupati Keerom yang mengatakan bahwa yang menjadi Wakil Bupati Keerom bukan anak asli Keerom, tidak benar,” tegas Markum.

Bahkan untuk membutikannya, bupati kembali mendengar rekaman wawancara yang terjadi pada 18 Juni 2018 seusai acara pembukaan Festival Danau Sentani  oleh sejumlah wartawan bahwa hal itu tidak benar.

“Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa yang menjadi Wakil Bupati Keerom bukan anak asli Keerom,”jelasnya.

Saat wawancara dengan dirinya, memang sempat ditanya oleh wartawan soal kisruh masayarakat Keerom terkait pemilihan Wakil Bupati Keerom. “Saya menjawab pemilihan Wakil Bupati itu ada mekanisme yang dilalui. Karena ini bukanlah pencalonan Bupati dan Wakil Bupati, namun melanjutkan sisa masa jabatan, maka ranahnya tersebut ada di DPRD Keerom,” paparnya.

Lanjutnya, sejauh ini DPRD telah membentuk tim seleksi dan membentuk Pansel dan melakukan konsultasi ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).(noel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *