Calon Wakil Bupati Harus Anak Asli Keerom

Ketua Dewan adat Skamto  Didimus Werare dan dewan penasihan adat Keerom dan kepala suku Walsa, Fermangen, Narius May saat memberikan keterangan pers di Cafe Twin Jayapura, Kamis, (21/6).

JAYAPURA-Masyarakat adat Keerom persoalkan penyataan Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM yang meneyebutkan bahwa Wakil Bupati Keerom bukan anak asli Keerom.

Selaku Ketua Dewan adat Skamto  Didimus Werare mengatakan, setelah membaca Cepos edisi, Selasa (19/6), pihaknya sangat menyesalkan karena calon bupati Keerom yang direkomendasikan bukan anak asli Keerom.

“Hak sulung anak Keerom jangan diabaikan, harus jalan sama – sama, jangan sampai visi-misi almarhum Watae dihilangkan,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos di Jayapura, Kamis, (21/6).

Mewaliki enam wilayah adat, pihaknya menegaskan bahwa calon Wakil Bupati Keerom harus anak asli Keerom dalam membantu  Bupati Markum menjalankan roda pemerintahan di Keerom,”tegasnya.

Sementara itu, Dewan Penasihan Adat Keerom dan Kepala Suku Walsa, Fermangen, Narius May juga menyesalkan pernyataan Bupati Markum yang mengataka calon wakil bupati  bukan dari  anak asli Keerom.

Pihaknya juga minta agar Partai Golkar agar mengakomodir anak asli Keerom sebagai wakil bupati.

Masih di tempat yang sama selaku kader Golkar Keerom Ben Koyafo mengatakan, jangan sampai membuat masyarakat Keerom marah.”Yang direkomendasikan itu adalah anak asli Keerom, kenapa bupati bicara bahwa buklan anak asli Keerom,”ujarnya.(oel/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *