Tarian Isosolo Atraksi Pembuka FDS ke XI

IKON FDS: Masyarakat adat dengan mengenakan pakaian adat saat menampilkan tarian Isosolo di atas perahu pada pembukaan FDS ke XI di Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (19/6). Tarian Isosolo ini merupakan ikon FDS.

SENTANI-Tarian Isosolo yang dimainkan oleh masyarakat adat menggunakan perahu dan pakaian adat serta membawa berbagai makanan kebun di wilayah Danau Sentani menjadi puncak pembukaan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) ke XI yang digelar Pemkab Jayapura bekerja sama dengan pihak swasta atau pihak ketiga dalam hal ini Ayo Jalan-Jalan.Com.

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, masyarakat adat yang menampilkan tarian Isosolo ini bergerak menggunakan perahu dari Kampung Ayapo ke dermaga wisata Kalkhote yang menjadi pusat pelaksanaan FDS ke XI.

Atraksi tari Isosolo yang menjadi ikon pelaksanaan FDS setiap tahun, disaksikan langsung Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tommy Mano, MM., Bupati Keerom, Muhammad Markum, Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa, dan pimpinan Forkopimda.

Tidak hanya itu, masyarakat maupun para pengunjung serta para wisatawan lokal maupun beberapa wisatawan mancanegara juga turut memadati dermaga Kalkhote untuk menyaksikan dan mengabadikan momen tarian Isosolo melalui kamera handponenya masing-masing.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengatakan bahwa hal yang berbeda dari FDS ke XI dengan FDS sebelumnya adalah bagaimana masyarakat di wilayah Sentani ini diberikan ruang yang seluas-luasnya untuk menampilkan kearifan lokal dan kuliner khas Papua seperti sagu, ubi, dan lain-lainnya.

“Ini merupakan hal yang bagus, sehingga kita terus dorong agar menjadi sesuatu kebiasaan sehari-hari di Kabupaten maupun Kota Jayapura,” ungkapnya kepada sejumlah awak media usai pembukaan FDS ke XI di Kalkhote Distrik Sentani Timur, Selasa (19/6) kemarin.

Diakuinya potensi wisata di Kabupaten Jayapura cukup tinggi. Oleh karena itu, untuk pengembangan ke depan menurut Mathius, bisa dibangun infrastruktur atau rumah-rumah masyarakat di pesisir Danau Sentani yang dijadikan sebagai tempat menginap wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung-kampung di pesisir Danau Sentani.

(bet/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *