Pemkab Jayawijaya Bayar Denda Adat Rp 1,5 Miliar

Penjabat Bupati Jayawijaya Doren Wakerwa bersama Forkopimda Jayawijaya saat turun mendamaikan masyarakat Wouma dan Walesi yang bertikai beberapa waktu lalu.

Sepakat Tidak Ada Konflik Lagi

WAMENA–Pemkab Jayawijaya bersama Polres Jayawijaya dan Kodim 1702 Jayawijaya bersepakat dengan masyarakat Wouma dan Walesi agar setelah pembayaran denda adat Rp 1,5 miliar dan 30 ekor babi, tidak ada lagi konflik dan tidak boleh ada yang politisir dengan kepentingan lain ataupun mencoba melakukan bisnis perang suku.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba mengakui, persoalan yang mendasari konflik tersebut telah ditindak, di mana ada dua pelaku awal diduga memicu konflik tersebut telah diamankan.

Terkait dengan itu, menjelang Pilkada di Jayawijaya, masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan isu –isu yang tidak bertanggungjawab.

“Saya akui banyak isu –isu yang membelokkan kejadian awal dari bentrokan kamarin, namun yang sebenarnya terjadi adalah perampokan dan pemalakan yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang bukan tinggal di Wouma atau di Walesi,”ungkapnya Selasa (19/6) via selulernya.

Menurutnya, saat ini pihaknya bersama dengan Pemkab Jayawijaya akan menyerahkan bantuan tersebut kepada keluarga korban agar masalah ini diselesaikan secara adat, di mana pembayaran denda adat ini bukan pertama kali, tapi sudah tiap hari terjadi di Polres Jayawijaya berupa babi dan uang.

“Sebelum Perda inisiatif dibuat oleh DPRD dan disosialisasikan maka masyarakat pasti akan beropini tentang pembayaran denda, kita menjaga jangan sampai ada yang politisir untuk kepentingan politik,”jelasnya.

selengkapnya  baca di harian cepos edisi 20/6 (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *