KPU dan Panwas Yalimo Sepakat Tidak Gunakan Sistem Noken

Ketua KPU Yalimo, Yanes Alitnoe

Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua

WAMENA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yalimo dan Panitia Pengawas Pemilu ( Panwaslu) sepakat untuk tidak mengarahkan masyarakat Yalimo dalam penggunaan sistem noken pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang akan dilakukan 27 Juni nanti.

Ketua KPU Yalimo, Yanes Alitnoe di Wamena mengatakan, 84.048 warga Yalimo wajib memilih dan menyalurkan hak politiknya, namun dengan cara mencoblos dan KPU sangat mendukung dan tidak akan mengarahkan masyarakat untuk penggunaan sistem noken.

“Sebagai penyelenggara sudah sepantasnya tidak boleh mengarahkan masyarakat untuk melakukan sistem noken, tapi bagaimana hak demokrasi masyarakat bisa disalurkan,”ungkapnya Rabu (13/6).

KPU Yalimo menilai, sistem noken pada Pilkada bukan merupakan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat, oleh karena itu, sistem noken perlu dihindari. Sebagai penyelenggara, seharusnya memberikan pendidikan poltik yang baik, jangan memanfaatkan masyarakat dengan penggunaan sistem noken.

“Siapapun penyelenggara, tidak boleh mungkin mengarahkan ke sistem noken. Kalau mengarahkan ke sistem itu berarti melanggar demokrasi. Itu melanggar kode etik. Ini sudah dari dahulu kita selenggarakan pemilihan, kita tidak mengggunakan sistem noken,”tegas Yanes.

Di tempat yang sama Ketua Panwaslu Yalimo Yehemia Walianggen mengatakan, Yalimo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki budaya noken, namun tidak menggunakan noken pada pemilihan umum, sistem ini sudah lama ditinggalkan dan tidak akan digunakan lagi. Panwas juga sependapat dengan KPU untuk tidak memberlakukan sistem noken. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *