Pemalangan di Entrop, Masyarakat Merasa Diteror

Masayarakat membuang kerikil dan karang yang ditumpahkan oleh pemalang di jalan , tepatnya di belakan Hotel Musi RT 5,RW 5 Entrop

JAYAPURA- Dua kali di palang, masyarakat di RT 5,RW 5 Entrop merasa diteror, akibat pemalangan tersebut aktifitas masyarakat sanggat terganggu. Menurut penggakuan ketua RT 5,RW 5 Entrop, Andreas bahwa, pemalangan yang terjadi pada Senin (11/6) PKL 05:30 tersebut merupakan yang kedua kalinya.

“Ini yang kedua kalinya, sebelumnya di lakukan pemalangan pada Rabu (6/6), kami merasa diteror,”ungkap Andreas ke Cenderawasih Pos saat TKP Senin (11/6).

  Pemalangan tersebut dilakukan pada PKL 05:00 dengan menggunakan sebuah truk yang bermuatan kerikil dua ret yang di dibuang di tenggah jalan dan juga dengan massa sekitar 20 orang, sehingga akses keluar dari warga menjadi buntu, tepatnya di belakan Hotel Musi RT 5,RW 5 Entrop. Menurut ketua RT 5,RW 5 Entrop, Andreas menyatakan yang melakukan pemalangn tersebut menuntut hak ulayat.

“Jika mereka mau menuntut haknya, kami berharap melalui jalur hukum, bukan dengan pemalangan seperti ini,” ujar Andreas.

  Akibat dari pemalangan tersebut semua masyarakat merasa resah dan terganggu, dimana sebagian masyarakat yang ingin melakukan aktifitasnya terhalang oleh jalan yang dipalang tersebut. “Kasian warga saya, ada yang mau pergi kerja tapi terhambat dengan kejadian seperti ini,” ujarnya.

  Menurut pengakuan warga setenpat Pihak pemalang menuntut untuk melakukan segera pelepasan tanah adat atau denda adat oleh masyarakat, namun masyarakat meminta untuk harus melalui prosedur yang ada. “ Bukanya kami tidak menghargai adat mereka tapi kami berharap untuk melalui perose hukum, bukan dengan cara seperti ini,” tutur Andreas.

  Kurang lebih dua jam dari pemalangan tersebut, kemudian Polsek Jayapura Selatan, Kompol. Nursalam Saka S.Pd bersama anggotanya turun ke TKP guna menggamankan situasi. Hingga sampai di TKP Kapolsek Jayapura Selatan meminta kepada kedua pihak yakni si penggugat/pemalangan dan juga masyarakat yang diwakili ketua RT 5,RW 5 Entrop guna memberikan penjelasan kepada kedua pihak untuk meredahkan situasi sekaligus memberikan keterangan kedua pihak terkai cara menyelesaikan masalah harus dengan jalur hukum atau musyawarah dan  tidak dengan melakukan tindak yang melanggar lainya.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi (12/6). .(cr-211).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *