Kaget Komunitas Jayapura Ternyata Ramai dan Keren

PERFORM:Komunitas Jayapura Dance menampilkan perform di sela-sela kegiatan Buka Puasa Bareng Komunitas di Graha Pena Papua, Entrop, Jumat (8/7) kemarin. Pemkot setuju semangat muda Kota Jayapura harus diberi ruang.

*Narjainudin Konu : Saya Setuju Semangat Positif ini harus Diberi Ruang
JAYAPURA-Apresiasi positif disampaikan Plh. Sekda Kota Jayapura, Drs. M. Nurjainudin Konu, M.KP., Ketua LMA Port Numbay, George Awi dan Ketua Forum Komunitas Motor Jayapura, (FKJM), Sarminanto usai mengikuti kegiatan buka puasa bersama di gedung Graha Pena Jayapura, Jumat (8/6).
Ketiganya tak menyangka ternyata komunitas di Jayapura begitu banyak dengan berbagai genre kreativitas. Hanya persoalannya dari 100 lebih komunitas ini ternyata masing-masing masih berjalan sendiri-sendiri. Pemkot Jayapura akhirnya melihat ini sebagai satu potensi yang bisa memajukan Kota Jayapura.
Nurjainudin Konu yang juga menjabat sebagai Asisten II Setda Kota Jayapura, terlihat kagum dengan berkumpulnya para komunitas ini. Karena selain bisa digunakan untuk saling menukar informasi tetapi juga ada hal positif lainnya yang dilakukan.
“Ini sangat positif, adik-adik dari komunitas ini berkumpul dan menyatukan suara. Saya pikir memang harus ada ruang yang diberikan untuk bisa mengekspresikan kemampua masing- masing,” kata Konu usai mengikuti buka puasa bersama “Basua Bareng Komunitas” yang digelar di Graha Pena Papua, di Entrop, Jumat (8/7) kemarin.
Nurjainudin juga terlihat kaget dengan ramainya komunitas termasuk kagum dengan beberapa tampilan yang disodorkan. Ia juga terlihat beberapa kali tersenyum dan berdiskusi dengan Ketua LMA sambil mengangguk-angguk. Ia juga setuju agar komunitas se-Jayapura ini dilegalkan alias dibuatkan badan hukum. “Harus bisa, dan kami setuju memang harus bersatu dan berbadan hukum. Tolong ini dipikirkan karena ini sangat laur biasa,” katanya.
Ketua LMA, George Awi berpendapat bahwa yang dilakukan anak-anak muda ini harus didukung. “Saya sangat setuju dan pemerintah perlu melihat potensi ini, jangan anak-anak muda ini dibiarkan jalan sendiri tapi mereka perlu tempat untuk mengekspresikan berbagai kreatifitas. Kami dari adat sudah memberi lampu hijau,” katanya.
Dari pertemuan ini seluruh komunitas sepakat agar ada wadah resmi yang berbadan hukum agar dalam berekspresi bisa langsung bersinergi dengan berbagai pihak. “Ada beberapa moment atau agenda daerah yang bisa melibatkan teman-teman komunitas. Percayakan kepada teman-teman untuk digarap bersama. Yang penting teman-teman ini diberi ruang dulu,” kata koordinator kegiatan, Fredy Edi.
Dalam acara buka puasa bersama ini tercatat ada 41 komunitas yang ambil bagian dan disela-sela diskusi, beberapa komunitas yakni Dance, Standup dan Sulap memilih melakukan perform menghibur hampir 200 peserta bukber.
Fredy juga menyampaikan terima kasih kepada Cenderawasih Pos yang sudah memfasilitasi kegiatan dengan mengambil tempat di Graha Pena. “Sampaikan ucapan terima kasih saya untuk pimpinan Cepos. Kami senang bisa saling mengisi,” imbuh Fredy. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *