Minta Denda Adat Rp 3 M dan 30 Ekor Babi

Forkopimda Jayawijaya saat turun melakukan negosiasi dengan warga yang bertikai di Walesi kamis (7/6)

Penyelesaian Bentrok Antar Kelompok Warga di Jayawijaya

WAMENA- Proses perdamaian antara dua kelompok warga yang bertikai antara Wouma dan Walesi akhirnya warga muntut denda 30 ekor babi dan uang senilai Rp 3 miliar. Hal ini disampaikaan saat Forkopimda Jayawijaya turun ke Walesi untuk menyelesaikan konflik saling serang antara kelompok warga.  Pjs Bupati Doren Wakerwa memimpin langsung Forkopimda yang turun ke Wamena untuk menyelesaikan masalah tersebut, Kamis (7/6).
   Pjs Bupati Jayawijaya Doren Wakerwa yang hadir dan berdiri di tengah tengah masyarakat yang bertikai meminta agar kedua kubu menghentikan pertikaian dan harus ada perdamaian agar tidak lagi jatuh korban dari masyarakat atas insiden seperti ini.
  “Keluarga korban meninggal  menuntut keluarga pelaku sebanyak 30 ekor babi dan menuntut pemerintah untuk membayar sebesar Rp 3 miliar,”ungkapnya usai perundingan dengan masyarakat Kamis (7/6).
  Menurutnya, penyelesaian pertikaian atau lebih dikenal perang suku ini paling cepat,  karena kelompok yang bertikai dua hari lalu dan memasuki hari ketiga pemerintah turun dan menyelesaikan masalah ini sehingga diharapkan tidak terus berkembang.
  ” Mereka sudah mengevakuasi semua korban ke rumah sakit dan keluarga korban meninggal sudah membakar jenasah , ini tanda bahwa perang sudah selesai,”beber Doren
  Di tempat yang sama Kapolres Jayawijaya AKBP Jan Bernard Reba,menegaskan bahwa hasil visum bagian luar yang dilakukan oleh Dokter Willy Mambieuw selaku Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya menyampaikan bahwa korban meninggal dikarenakan kena panah dan lemparan batu bukan terkena amunisi atau tembakan yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri pada saat warga melakukan perlawanan kepada aparat kemarin
” Saya harapkan kepada kepala Distrik Walesi, Distrik Woma dan seluruh tokoh masyarakat agar bersama-sama duduk dan menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berlanjut,”beber kapolres
  Sementara itu, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun mengatakan bahwa pihak TNI bersama Kepolisian akan melaksanakan patroli gabungan terus agar bisa mengembalikan kondisi keamanan khususnya di Wouma dan Walesi.
  “Patroli gabungan bertujuan agar memberikan rasa aman dan yaman kepada masyarakat Jayawijaya. Sekarang kita berada di wilayah kabuapten Jayawijaya jadi seluruh masyarakat harus mengikuti adat istiadat yang ada di Wamena bukan di daerah asalnya,”tegas Dandim.

Seperti diberitakan sebelumnya, saling serang antar kelompok warga dari Distrik Walesi dan Distrik Woma ini dipicu aksi dari beberapa pemuda yang mabuk dan mencuri sepeda motor milik warga yang hendak pulang ke Wouma. Lalu terjadilah keributan dan perkelahian pada Selasa (5/6). Saling serang terjadi mulai Rabu (6/6) dini hari hingga sore dan hendak berlanjut Kamis (7/6) pagi namun telah diselesaikan dangan hadirnya Pjs Bupati dan Forkopimda Jayawijaya. Akibat pertikaian ini, 1 warga dilaporakan tewas, 2 aparat mengalami luka panas dan lemparan batu.  (jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *