Dua Aparat Terkena Panah, Satu Tewas

Masyarakat Wouma saat membawa panah dan berkoordinasi dengan aparat TNI yang bertugas mengamankan situasi.

WAMENA- Dua kelompok masyarakat di Kabupaten Jayawijaya,  yakni  warga Distrik Walesi dan Distrik Wouma saling serang sejak Selasa (5/6) malam hingga Rabu (6/6). Bentrok ini menyebabkan seorang warga tewas dan dua aparat keamanan terkena panah.

Aksi saling serang ini dipicu adanya pemuda yang mabuk dan melakukan pencurian motor sekelompok warga dari Walesi yang hendak pulang pada Selasa (5/6) malam, yang berujung pada perkelahian.
  Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos dari Polres Jayawijaya diketahui jika korban pencurian motor dari Walesi memberikan ultimatum kepada para pelaku untuk mengembalikan motor itu dalam jangka waktu 3 jam, namun  sebenarnya hanya kamuflase semata meskipun motor itu telah ditemukan sejak pukul 01.00 wit dini hari  oleh kepolisian, namun kempok warga dari Walesi ini sudah siap melakukan penyerangan pada pukul 03.00 Wit dini hari terhadap warga Kurima yang tinggal di Wouma. Dan akhinya memang terjadilah penyerangan itu,  sejak Rabu (6/6) dini hari dan berlanjut saling menyerang hingga pada siang hari.
  Aparat kepolisian yang dari Polres Jayawijaya sejak Selasa malam telah melakukan sejumlah mediasi antara warga, namun tak berhasil. Massa malah membakar salah satu kantor kampung dan dilaporkan ada satu korban jiwa  dari pihak kelompok Walesi, namun sampai saat ini belum ada pembuktian penyebab kematian korban
  Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba membenarkan adanya bentrokan dua kelompok warga yang menyebabkan adanya korban jiwa dari kelompok warga Walesi, namun sampai Rabu Sore, masih dilakukan otopsi untuk memastikan kematian korban dan juga identitasnya karena situasinya masih memanas.
  “Ada kantor kampung yang di bakar dan ada satu korban jiwa yang kami duga akibat dati bentrokan itu atau pihak lawanya karena kondisi muka korban hancur dan ada beberapa luka di dada,”ungkapnya Rabu (6/6).

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 7/6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *