Bupati Pegubin Akan Memproses Hukum Tanpa Pandang Bulu

Costan Otemka

Minta Partai Tegur Anggota DPRD yang Terlibat Mosi Tidak Percaya

JAYAPURA-Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Costan Otemka secara tegas akan memproses hukum para pihak yang dianggap melakukan kegaduhan dalam jalannya pemerintahan. Ia menyebut agenda sidang mosi tidak percaya yang dilakukan beberapa anggota DPRD Pegunungan Bintang adalah bentuk makar.

Perbuatan melawan pemerintahan yang sah tanpa ada proses dan bukti ril.

Iapun menegaskan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi soal sidang yang dilakukan beberapa anggota DPRD ini, mengingat tanpa dasar yang jelas apakah ada pelanggaran, termasuk tak ada pemanggilan jika ada pelanggaran, namun tiba-tiba melakukan sidang mosi tak percaya. Ia lantas  meminta pimpinan Parpol yang bersangkutan untuk memberi nasehat dan catatan atau bahkan teguran karena justru membuat kegaduhan.

“Nasdem saya lihat sudah memecat 3 anggotanya karena tidak menjalankan amanah partai. Ini juga akan berdampak pada hubungan kerja eksekutif legislatif,” kata Bupati saat ditemui di Abepura, Rabu (6/6) kemarin.

Masyarakat juga perlu mencatat bahwa yang dilakukan DPRD bisa dibilang pembohongan publik, karena mengabaikan semua perundang-undangan. “Kecuali bupati lakukan pelanggaran mungkin bisa didorong lewat hak angket, tapi itu juga ada prosedurnya dan tidak bisa langsung sidang hak angket. Kalau pemerintahan di Indonesia ini sedikit-sedikit hak angket, bisa kacau semuanya,” katanya. “Saya berharap pimpinan partai dari anggota dewan yang ada untuk membina kadernya. DPRD dan bukan untuk menciptakan kekacauan tapi mendukung pemerintahan yang sah. Saya juga mendengar ada staf ahli dari provinsi yang ikut membantu. Saya ingatkan agar staf ahli jangan memperkeruh karena semua akan kami proses hukum,”tegasnya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 7/6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *