Kompleks Pasar Youtefa Tegang!

Sopir Angkot Diserang Sekelompok  Orang, 2 Dilarikan ke Rumah Sakit

JAYAPURA- Ketegangan terjadi sekitar pukul 19.00 Wit, di Jalan Masuk Masjid Al Asri Kompleks Pasar Youtefa, Distrik Abepura. Seorang supir angkot yang hendak pulang ke rumahnya dipukul oleh sekelompok orang yang tidak diketahui identitasnya.  Selain dipukul,  pengemudi Mobil Avanza hitam atas nama Dewa juga dilempari dengan batu hingga mengenai wajahnya saat hendak menolong si sopir taksi tersebut.

Tak hanya melakukan pemukulan dan pelemparan batu, mereka bahkan menjatuhkan 2 unit  motor milik warga setempat ke dalam parit.

  Salah satu tokoh masyarakat di Kompleks Pasar Youtefa La Gala, yang berhasil diwawancarai Cenderawasih Pos di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan awalnya yang melakukan pemukulan terhadap si sopir angkutan umum tersebut diduga berjumlah 5 orang. Tak lama kemudian sekitar 25 orang dari kelompok yang sama datang dari arah SMKN 5 Jayapura dengan berjalan kaki melakukan pelemparan terhadap korban.

“Mereka kabur setelah ada salah satu warga kami yang  memukul tiang listrtik,” kata La Gala.

    Terkait penyebab kejadian, lelaki yang tinggal di Kompleks Pasar Youtefa sejak tahun 1981 ini belum tahu pasti. Yang ia tahu hanyalah supir angkot dipukul oleh sekelompok orang dan adanya aksi pelemparan batu saat itu.

   Diakuinya, kejadian seperti semalam sering terjadi di sekitar kompleks Pasar Youtefa. Hal tersebut karena tidak adanya Pos pengamanan di lokasi tersebut, sehinga itu dirinya meminta kepada pihak Kepolisian agar membangun Pos disekitar Pasar Youtefa.

“Ini bukan kali pertama, namun sering terjadi kejadian-kejadian seperti ini,” ungkapnya.

  Sementara itu, Kabag Ops Polres Jayapura Kota, AKP Leonardo Yoga yang ditemui di TKP mengaku pihaknya masih mendalami kejadian ini.

“Untuk hal-hal seperti ini, kita harus mencari informasi sebenar-benarnya. Mendalami setiap informasi yang ada sehingga ketemu titik terangnya dan bisa kita temukan arah penyelesaiannya,” ungkapnya.

  Dikatakan Yoga, orang yang diduga menjadi korban dari kejadian ini belum bisa dikategorikan sebagai penganiayaan atau pengeroyokan. Sebab belum ada kronologis pasti yang menceritakan kejadian saat itu.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 5/6 . (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *