Polres Jayawijaya Dalami Pelantikan Bupati Adat

Kapolres Jayawijaya, AKBP Jan Bernard Reba.

WAMENA–Polers Jayawijaya mulai melakukan pendalaman tentang pembentukan atau pelantikan dua bupati yakni Bupati Tolikara dan Bupati Lanny Jaya yang dilakukan oleh para tokoh masyarakat di Jayawijaya pada Mei lalu.

Hal ini dilakukan menyusul Kapolda Papua memerintahkan jajaran kepolisian di wilayah Pegunungan Tengah Papua untuk melakukan penelusuran terhadap adanya dugaan upaya pembentukan pemerintahan ganda atau membentuk dua bupati untuk satu kabupaten.

Kapolres Jayawijaya AKBP Jan Bernard Reba di Wamena, mengatakan, beberapa waktu lalu, sekelompok warga Kabupaten Tolikara dihadirkan di Jayawijaya untuk mengikuti pelantikan Bupati Tolikara secara adat dan hal itu menyalahi aturan sehingga pihaknya akan mendalami masalah ini untuk ditindaklanjuti.

“Ini menyalahi aturan sebab sudah ada bupati devinitif yang dipilih oleh masyarakat dan dilantik oleh Menteri dan Gubernur Papua, sehingga tidak boleh membangun pemerintah di bawah pemerintahan yang sah, kami akan melakukan penindakan tegas karena sudah  mendapat perintah dari Kapolda untuk kami telusuri,”ungkapnya, Sabtu (2/6) kemarin.

Menurutnya, Pemilihan Bupati Tolikara sudah dilakukan beberapa waktu lalu dan dimenangkan oleh Usman Wanimbo, hal yang sama juga di Lanny Jaya yang dimenangkan oleh Befa Yigibalom.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 4/6 (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *