Jawaban Para Kandidat Belum Memuaskan

JAYAPURA – Agenda debat terakhir yang menjadi gawean KPU Papua dalam mempersiapkan agenda Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada Sabtu malam (2/6) di Jakarta yang ditayakang langsung salah satu stasiun TV mendapat penilaian dari salah satu pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung. Ia menulis bahwa dari acara debat kandidat tersebut diakui banyak jawaban yang belum memuaskan, tidak terkonsep dengan baik dan publik diyakini banyak yang belum mendapatkan sosok yang diinginkan.

Yaung memilah beberapa pertanyaan yang diberi garis bawah. Pertama terkait konsep negara hadir di Papua. Konsep ini bicara soal tujuan bernegara. Negara ada untuk rakyat, bukan rakyat ada untuk negara. Dipaparkan bahwa konsep negara hadir pertama kali dituliskan oleh Thomas Jefferson dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 1776. Negara hadir untuk melindungi dan menjamin hak hidup, hak kebebasan, dan hak mencapai kebahagian dan kesejahterahan warga negaranya.

Lalu beberapa pertanyaan yang dimunculkan adalah apakah Negara hadir di Papua melalui Pemerintah Provinsi Papua sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat sudah menjamin dan melindungi hak hidup orang Papua? Apakah negara hadir di Papua sudah menjamin dan melindungi hak orang papua untuk bebas berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya ? Apakah negara hadir di Papua sudah melindungi dan menjamin hak untuk mencapai kesejahteraan, kebahagian dan kedamain orang Papua ?

” Seyogianya jawaban masing-masing pasangan calon dalam debat kemarin malam harusnya berfokus pada 3 hak dasar warga negara ini yang harus dijamin oleh negara.  Namun sayang sekali bisa saya katakan kedua  pasangan calon tidak mempersiapkan dengan baik soal ini. Mungkin tidak disiapkan oleh tim sukses atau tim asistensinya sehingga jawaban tidak tepat soal konsep negara hadir di Papua,” beber Yaung dalam rilisnya Ahad (3/6).

  Lalu pertanyaan kedua terkait bagaimana penanganan terhadap aktifitas sipil bersenjata di Papua. Yaung menganggap sejatinya ini pertanyaan paling menarik dalam Debat Publik Pilkada Gubernur Papua. “Namun sekali lagi  malam ini yang saya tunggu dan ingin mendengar langsung konsep dan pendekatan-pendekatan apa yang telah dipersiapkan dan diimplementasikan kedua pasangan calon untuk dijadikan solusi penuntasan masalah keamanan ini apabila terpilih,” terangnya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 4/6  (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *