Karena Kembang Api, Persipura Didenda Rp 100 Juta

Salah satu kembang api yang dinyalakan oleh penonton di standion Mandala Jayapura saat Persipura menjamu tamunya Madura United, 19 Mei lalu. Akibat ulah penonton ini, Persipura disanksi PSSI denda  sebesar Rp 100 juta.

Jika Terus Terulang, Ancam Gelar Laga Kandang di Luar  Papua

JAYAPURA – Insident tidak terpuji dari oknum supporter Persipura saat Persipura menjamu tamunya Madura United di Stadion Mandala Jayapura pada 19 Mei  lalu, dimana ada oknum penonton yang menyalakan kembang api pada menit 7 saat Boas Solossa mencetak gol pertama bagi Persipura, dan menit 73 usai Todd Ferre mencetak gol kelima, serta diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin. 

  Atas tingkah buruk suporter tersebut, merujuk pada Kode Disiplin PSSI, Persipura Jayapura dihukum denda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Persipura dinilai terbukti  terjadi pelanggaran terhadap Pasal 70, Lampiran 1 Kode Disiplin PSSI.

Hal inilah yang membuat pihak Managemen Persipura Jayapura mengancam akan malakukan laga kandang di luar Papua jika hal serupa terus terulang.

“ Kami sangat berterimakasih kepada penonton yang datang duduk dengan membeli tiket, kami sangat hormati itu. Namun jika masih ada hal seperti ini tentu ini sangat merugikan tim, apalagi kita sekarang finansial kurang membaik. Jadi jika hal serupa masih terulang lagi maka sesuai dengan pesan ketua umum, laga kandang Persipura kemungkinan kita gelar di luar Papua,” ungkap Media Oficial Persipura, Ridwan Madubun kepada awak media saat ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (1/5) sore kemarin.

  Pria yang akrab disapa Bento ini juga mengatakan bahwa denda yang diberlakukan oleh Komdis merupakan denda yang komulatif. “Jadi jika pada pertandingan lawan Madura United kita bayar Rp 100 juta dan itu terulang lagi kemungkinan kita akan bayar Rp 150 juta lagi karena dendanya menggunakan sistem komulatif,” ujar Bento.

  Dirinya berharap agar para supporter Persipura benar-benar datang memberikan dukungan sebagai spirit baru, serta menjadi supporter yang lebih dewasa.

“Kita harus sama-sama memberikan dukungan yang positif bagi tim, bukan untuk merugikan tim kita sendiri. Dan saya sangat sayangkan karena sepertinya tindakan supporter ini sudah direncanakan, karena pengawasan begitu ketet namun masih bisa saja lolos. Jadi semoga ini adalah hal buruk yang dilakukan, dan menjadi pelajaran buat kita sebagai supporter,” kata Bento. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *