Bupati Yuni Wonda: Pancasila Perekat Kemajemukan

Upacara Peringatan Hari Pancasila Perdana Diadakan di Puncak Jaya

MULIA – Peringati Hari Lahir Pancasila pertama kali di pedalaman Papua Kabupaten Puncak Jaya, pemda dan segenap masyarakat gelar upacara pengibaran bendera dengan thema “Bersatu, Berbagi dan Berprestasi”. Upacara diadakan di lapangan alun – alun Kota Baru Mulia, dimulai tepat pukul 09.00 WIT, Jumat  (1/6) kemarin.

  Dihadiri Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.Sos, M.Si, Ketua Komisi B DPRD Kabuputen Puncak Jaya, Miren Kogoya, S.I.Kom, Wakapolres Puncak Jaya Kompol Andreas Tampubolon, Kasdim 1714/PJ Letkol Inf. Dwi Soerjono, Plt. Sekda, Tumiran, S.Sos, MAP, Ketua TP-PKK Puncak Jaya Ny. Ursula Waminop Wonda, S.KM, M.Kes, serta para Pejabat Eselon II, III dan IV dilingkungan Pemkab Puncak Jaya Juga Instansi Vertikal, Kepala Distrik dan  seluruh Ormas di Kabupaten Puncak Jaya,berlangsung hikmat dan sederhana.

  Sebagai Komandan Upacara, Kapt.(Pas) Ilham Maulana Saleh yang merupakan Dan Pos Phaskas Bandara Udara Mulia sekaligus pernah sebagai pasukan pengawal Paskibraka Istana Tahun lalu. Puncak Upacara dikibarkan oleh pasukan paskibra terbaik Puncak Jaya, yang merupakan putra putri asli suku dani bumi “abelom eeruwok” yaitu pembawa bendera Lisa Kogoya dengan diringi aubade dari SMP N 1 Mulia. Pengibaran berlangsung hikmat dan pengawal yakni Liron Wanimbo dan Omiron Tomiron Towolom. Kesemuanya merupakan siswa/i terbaik SMUN 1 Mulia.

  Hadir pula dalam upacara tersebut tokoh LMA, Pepera, Kepala Suku dan Forum Perempuan dan Pemuda Peduli Puncak Jaya ikut meramaikan acara dengan seragam yang gagah dan bervariasi.

   Sambutan Presiden RI, Joko Widodo yang dibacakan secara lantang Bupati Yuni Wonda mengemukakan bahwa perjalanan Pancasila dalam mengawal kebhinekaan  hingga saat ini merupakan anugerah yang perlu disyukuri. “Sudah 73 tahun Pancasila telah menjadi bintang pemandu bangsa Indonesia, Selama 73 tahun Pancasila sudah bertahan dan bertumbuh di tengah – tengah deru ombak ideologi – ideologi lain yang berusaha menggesernya, selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi sudah rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sampai akhir zaman Pancasila akan terus mengalir diseluruh nadi rakyat Indonesia. Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada kita melalui perenungan, perngulatan pemikiran dan kejernian batin dari para pendiri  bangsa Indonesia dari berbagai macam kelompok dan golongan melalui berbagai macam perjuangan,” ujarnya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 02/6  (Humas Puncak Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *