Tiga Terduga Teroris Masih Saudara Kandung

Densus 88 dan Polres Probolinggo Kota melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di Desa Wonorejo , Kecamatan Maron, Probolinggo, Jawa Timur, kemarin (30/5).

MARON – Selain mengamankan GT, 54, seorang PNS Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Densus 88 Antiteror pada Selasa (29/5) petang juga mengamankan 3 orang lainnya. Ternyata, tiga pria asal Maron yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme itu merupakan saudara kandung.

  Ketiganya adalah KM, 52 dan KS, 42, yang tinggal di Desa Wonorejo, Kecamatan Maron. Kemudian BH, 49, warga Desa Pegalangan Kidul, juga Kecamatan Maron. Sesaudara, mereka berdelapan. Namun, hanya 3 orang itu yang dikenal nyeleneh alias berbeda dengan saudara atau warga kebanyakan.

Usai melakukan penangkapan Selasa malam, kemarin (30/5) Densus 88/AT dan Polres Probolinggo Kota melakukan penggeledahan di rumah ketiga terduga. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 09.15. Seperti biasa, polisi melakukan sterilisasi akses menuju rumah ketiga terduga.

Rumah terduga yang pertama kali didatangi untuk digeledah yakni kediaman KS. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak ditemukan bahan peledak atau senjata tajam yang diamankan petugas di rumah KS. Polisi hanya membawa sejumlah barang bukti yang dibungkus plastik bening.

Gatot, perangkat Desa Wonorejo juga memastikan bahwa barang bukti yang diamankan tidak ada senjata tajam. Seperti kayu, paralon, baterai HP, STNK, dan gagang senapan angin. “Saya tadi diminta untuk menyaksikan barang apa saja yang diamankan oleh petugas. Saya tidak melihat ada senjata tajam,” terangnya.

Sekitar pukul 09.55 sampai sekitar pukul 10.45, petugas menggeledah rumah KM yang merupakan anak sulung dari 8 bersaudara itu. Seluruh isi rumah sampai halaman belakang pun diperiksa oleh tim penjinak bom dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri. Termasuk mobil Isuzu Panther dan truk yang ada di bengkel milik KM, tak luput dari penggeledahan.

Hasilnya, petugas menemukan urea, senapan angin, senjata tajam (sajam), dan peralatan las. Setelah tuntas menggeledah rumah KM, petugas yang dipimpin Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melanjutkan penggeledahan ke rumah BH di Dusun Sukun, Desa Pegalangan Kidul.

BH merupakan mertua Lutfianto, tersangka kasus percobaan teror di Mapolres Probolinggo Kota yang ditangkap 13 Februari silam. Di rumah pria yang disebut-sebut sebagai anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu, polisi butuh waktu 45 menit untuk melakukan penggeledahan. Polisi menemukan senapan angin, pisau kecil dan besar, dan barang bukti lain.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 31/5  (mas/rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *