Realisasi Anggaran Pemkab Jayawijaya Tahun 2017 capai 94,39 Persen.

Penjabat Sementara Bupati Jayawwijaya Doren Wakerwa saat menyerahkan LKPJ Bupati 2017 kepada Ketua DPRD Jayawijaya Taufik P Latuihamallo dalam Rapat paripurna DPRD Jayawijaya tentang LKJP bupati Jayawijaya yang dirangkaikan dengan penutupan masa sidang I DPRD Jayawijaya, Senin (28/5) lalu.

  WAMENA-  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayawijaya, Senin (28/5) menggelar rapat paripurna istimewa pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) bupati Jayawijaya tahun 2017, dirangkaikan dengan penutupan rapat-rapat paripurna masa sidang I tahun 2018 di gedung DPRD.

  Dalam laporan LKPJ ini Kabupaten Jayawijaya sebagai kabupaten yang kedua setelah Provinsi Papua menggelar sidang LKPJ 2017 dalam penggunaan anggaran sebesar Rp 1,5 Trilyun lebih telah 94 persen teserap dengan baik oleh program dan kegiatan yang dilakukan pemda Jayawijaya ditahun lalu.

  Pejabat sementara bupati Jayawijaya, Doren Wakerkwa mengatakan, berdasarkan peraturan daerah penetapan dan perubahan APBD Jayawijaya tahun 2017, pendapatan setelah APBD perubahan sebesar Rp.1.584.930.852.221 dan terealisasi sebesar Rp.1.496.028.526.952 atau mencapai 94,39 persen dari rencana.

  “Jadi  proporsi terbesar masih dari pos dana perimbangan baik pusat maupun provinsi dari target Rp.914.721.946.000 dan realisasi Rp.913.686.129.002 atau mencapai 99,89 persen, sedangkan pendapatan asli daerah masih berkisar Rp.39.846.471.268.”jelasnya.

  Bagaimanapun,kata Doren, ini harus menjadi perhatian semua pihak dan langkah jajaran eksekutif untuk berupaya mengembangkan kapasitas keuangan daerah, mudah-mudahan menemukan solusi yang lebih nyata di masa-masa yang akan datang, sehingga ketergantungan pada pendapatan transfer bisa dikurangi.

  ” Dari sisi belanja, rencana belanja setelah perubahan pada tahun anggaran 2017 berjumlah Rp.1.313.251.000.214 dan realisasinya sebesar Rp.1.241.209.021.214 atau mencapai 94,51 persen.”katanya.

  Dijelaskan, proporsi belanja terbesar tahun ini adalah pada belanja operasi rencananya sebesar Rp. 944.021.498.221 dan realisasinya Rp.885.725.048.270 atau mencapai 93,82 persen yang terdiri dari  Belanja modal rencananya sebesar Rp.368.229.501.938 dan realisasi sebesar Rp.355.433.676.211 atau mencapai 96,53 persen.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 31/5 .(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *