Mahasiswa Keerom Harus Bisa Jadi Dokter

Mahasiswa asli Keerom saat berdialog dengan Bupati  Keerom, Muh.Markum SH, MH, MM di Kantor Bupati Keerom, pekan kemarin. Mahasiwa asli Keerom diharapkan bisa mengambil jurusan kedokteran karena Keerom sangat membutuhkanya.

KEEROM-Minimnya tenaga kesehatan di Kabupaten Keerom khususnya dokter membuat Pemkab Keerom mendorong mahasiswa asli Keerom untuk bisa mengambil jurusan kedokteran.

Sekretaris Dinas Kesehatan Keerom, Frangklin Uriager SKM, M.Kes mengatakan, mahasiwa asli Keerom kurang berminat jadi tenaga kesehatan, sedangkan kebutuhan dokter sangat dibutuhkan.

“Tidak ada yang berminat, banyak mahasiswa tapi hanya berminat di politik jurusan lainnya,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu, (30/5).

Ia mengungkapkan, seharusnya mahasiswa anak asli  Keerom melihat peluang ini di mana daerahnya sendiri membutuhkan tenaga medis khususnya dokter, farmasi dan tenaga perawat.

“Mahasiswa Keerom harus bisa masuk di kedokteran atau jurusan farmasi lainnya sehingga bisa memenuhi kebutuhan tenaga perawat di Kabupaten Keerom,”harapnya.

Sebagai anak Keerom,  ia menyayangkan hal tersebut, karena rata rata tenaga Puskesmas di Keerom 80 persen adalah orang dari luar sedangkan anak – anak Keerom bisa dihitung denga jari.

Dirinya berharap adanya perhatian pemerintah dalam mengutamakan anak-anak daerah dengan bekerjasama dengan kampus terkait tenaga perawat anak asli bisa diutamakan.

“Informasi dari teman di pegunungan, pemerintah langsung kerja sama dengan universitas yang ada fakultas kedokterannya, jadi setiap tahun itu kita ada kirim 3 sampai 4 orang,”katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar tamatan SMA sekarang dapat memberanikan diri masuki tenaga kesehatan khususnya dokter sehingga Keerom ke depannya bisa diisi oleh anak-anak asli Keerom.(oel/tho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *