Patung Big Buddha dan Wat Chalong Jadi Jujukan Utama

Pengunjung Wat Chalong, Phuket, Thailand, menyalakan petasa di tempat khusus sebagai rasa syukur atas datangnya Waisak. 28 Mei 2018. FOTO: TOMY C. GUTOMO/JAWA POS

Merasakan Suasana Waisak di Thailand, Negara yang 95 Persen Penduduknya Beragama Buddha (1)

Beberapa hari terakhir, wihara-wihara di Thailand mempercantik diri untuk menyambut peringatan Waisak. Masyarakat bakal ramai berdatangan untuk berdoa sambil membawa makanan buat para biksu.

TOMY C. GUTOMO, Phuket

ADA dua lokasi yang paling sering dikunjungi warga Phuket, Thailand, untuk merayakan Waisak. Pertama di patung Big Buddha di Puncak Bukit Karon, kedua Wat (Wihara) Chalong yang juga di Karon.

Dua tempat itu juga menjadi salah satu landmark Pulau Phuket. Juga, pagoda terbesar dan paling terkenal di antara 29 pagoda yang ada di Phuket.

Sejak selesai dibangun pada 2011, patung Buddha setinggi 45 meter dengan lebar 25,45 meter tersebut selalu ramai. Patung itu dibuat dari keramik Myanmar yang beratnya 135 ton per 2.500 meter persegi.

Saat ini masih ada beberapa pembangunan di bagian dalam patung. ”Besok (hari ini yang bertepatan dengan Waisak 2562/2018, Red) mulai pukul 10.00, tempat ini akan ramai dikunjungi masyarakat,’’ kata Pra Noppadol Naddummo, salah seorang biksu di patung Big Budhha di Bukit Karon, Phuket, Thailand, kemarin (28/5).

Biasanya masyarakat yang datang, selain berdoa di depan patung Buddha, juga membawakan makanan untuk para biksu. Para biksu tidak makan setelah pukul 12.00. Karena itu, kiriman makanan sengaja dibawa sebelum jam makan terakhir para biksu tersebut.

Kemarin Noppadol terlihat sibuk melayani warga dan wisatawan yang datang untuk minta didoakan. Satu per satu warga antre untuk menghadap biksu asli Phuket itu. Begitu sampai di depan, sang biksu memercikkan air ke kepala mereka, lalu mengikatkan gelang di pergelangan tangan warga tersebut.

’’Setiap hari kami bergantian di sini untuk melayani masyarakat,’’ kata Noppadol.

Tidak ada persiapan khusus di wihara tersebut. Hanya petugas kebersihan yang terlihat sibuk menyiapkan tempat agar hari ini area Big Buddha benar-benar kinclong untuk memperingati kelahiran, pencerahan, dan kematian sang Buddha Siddhartha Gautama itu.

’’Kami memperingati Waisak dengan cara berdoa dan berbuat baik kepada sesama,’’ ujarnya.

Puncak Waisak adalah pukul 19.00. Para biksu akan berjalan mengelilingi patung Big Buddha sambil membawa lilin. Sambil berjalan, mereka memanjatkan doa. Itu adalah simbol Buddha, Dharma, dan Sangha.

Tempat lainnya yang juga menjadi favorit untuk perayaan Waisak adalah Wat Chalong. Nama resminya Wat Chaiyathararam. Kuil yang dibangun pada 1876 itu dibuat untuk menghormati dua biksu yang sangat dihormati: Luang Pho Chaem dan Luang Pho Chuang.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 30/5  (*/c10/ttg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *