Gara-gara Dana Desa, 1 Warga Sipil Tertembak

TOLIKARA-  Pembagian dana desa di Kabupaten Tolikara pada Senin (28/5) kemarin berakhir ricuh hingga menyebabkan  satu warga sipil  tertembak pada bagian paha sebelah kanan dan  sekitar 10 anggota Polisi mengalami luka lebam akibat lemparan batu dari massa.

Kapolres Tolikara AKBP Mada Indra menyebutkan, kericuhan tersebut terjadi saat pembagian dana desa  untuk Kampung Biuk, Distrik Karubaga. Diakibatkan adanya dualisme kepala kampung yang menyebabkan bentrokan itu terjadi.

  Dijelaskannya, pencairan Dana Desa sendiri dilakukan di Bank Papua Cabang Karubaga untuk Desa Tomagi dan Tomagipura Distrik Biuk, Kemudian Kepala Distrik Biuk atas nama Menis Yikwa mengarahkan masyarakat dari Desa Tomagi dan Tomagipura untuk menuju ke kediaman kepala Distrik Biuk yang berada di belakang Kantor Bank Papua Cabang Karubaga dan Gudang Dolog Karubaga.

  Akibat terdapat dualisme kepemimpinan, maka Kepala Desa Tomagi dan Tomagipura dimana Desa Tomagi dipimpin oleh Tebom Pagawak sesuai dengan SK Bupati Kabupaten Tolikara dan Melinus Liwiya  Kades versi Bairen Wanimbo, sedangkan Desa Tomagipura dipimpin oleh Tekiles Pagawak sesuai dengan SK Bupati Kabupaten Tolikara dan  Mutae Jikwa Kades Versi Bairen Wanimbo.

  “ Kericuhan itu terjadi saat Tekiles Pagawak sepakat untuk membawa dana tersebut ke Desa Tomagipura untuk dibagi dua dengan Mutae Jikwa namun Mutae Jikwa justru menginginkan dana tersebut diserahkan kepadanya dan tidak mau dibagi dua sehingga terjadilah keributan berupa saling lempar batu,” ucap AKBP Mada Indra yang dihubungi Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Selasa (29/5) kemarin.

  Lanjutnya, melihat kericuhan tersebut anggota yang melakukan pengamanan berupaya untuk melerai kedua kubu untuk tidak saling menyerang. Namun masyarakat dari kedua kubu semakin anarkis dan melakukan penyerangan terhadap anggota.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 30/5 (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *