Pilkada Aman dan Damai, Masyarakat Harus Turut Mendukung.

Thaha Muhammad Al Hamid

JAYAPURA- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah proses demokrasi, sebuah proses pengalihan kekuasaan, sehingga itu, pemilu yang ideal adalah Pilkada yang berkualitas, yang damai tanpa amis darah, tanpa konflik, tanpa berakhir ke DKPP dan bahkan tak perlu lagi berakhir ke Mahkamah Konstitusi. Hal tersebut diungkapkan seorang Tokoh Masyarakat Papua, Thaha Muhammad Al Hamid kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (19/5) kemarin.

  Agar tahapan Pilkada tersebut terealisasi, maka pemilu yang ideal suka tidak suka kapasitas dan integritas penyelenggara dari Pemilu itu harus menjadi nomor satu.  Dengan memperhatikan orang-orang yang memiliki integritas, bukan orang-orang yang justru bikin ‘kabur air’ dan akhirnya Pilkada atau Pemilu menjadi gaduh.

  “ Bagi masyarakat, Pilkada ini momentum atau kesempatan untuk menentukan jalan hidup mereka untuk lima tahun kedepan, jadi saya kira ini kesempatan penting bagi masyarakat untuk turut  mengambil bagian,” tegasnya.

  Sebab pemilu, menurut Thaha, Pemilu yang berkualitas harus ditandai dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi.” Oleh sebab itu semua pihak yang bertanggung jawab  pada penyelenggaraan Pemilu termasuk tokoh-tokoh masyarakat, ondofolo, ondoafi, dan organisasi politik atau ormas-ormas. Wajib untuk menyerukan kepada masyarakat untuk berpatisipasi, turut ambil bagian dalam penyelenggaraan Pemilu,” sambungnya.

  Menurutnya, pemilu tidak akan berlangsung baik apabila terjadi konflik. Sehingga itu,  peristiwa-peristiwa masalalu yang terjadi di berbagai tempat seperti di Dogiyai, Intan Jaya dan Puncak Jaya serta beberapa daerah lainnya tidak boleh terjadi lagi pada pemilihan kepala daerah  tahun ini.

“Rakyat harus betul-betul membantu  aparat penyelenggara Pemilu dan aparat keamanan, sehingga pemilu yang berlangsung dalam suasana yang damai. Pilkada ini  perwujudan hak politik warga, jadi rakyat harus ingat ini haknya rakyat, bukan pemerintah punya hak, pemerintah wajib menyiapkan uang, menyediakan proses, menyediakan momentum atau suasana dan ini pesta untuk rakyat pesta demokrasi,” terangnya.

selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos edisi 21/5  (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *