Menolak Dengan Tegas Teorisme di Papua

FKUB Provinsi Papua bersama PGGP dan PGGS serta pimpinan umat beragama ketika memberikan keterangan pers di Be-one Jayapura, Senin(14/5).

  JAYAPURA-Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua mengutuk keras terhadap aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya pada Minggu(13/5) lalu.

  Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua FKUB Provinsi Papua, Uskup Mgr. Leo Laba Ladjar,OFM yang didampingi oleh pimpinan umat beragama baik dari Persekutuan Gereja-gereja di Tanah Papua (PGGP) dan Persatuan Gereja-gereja se kota Jayapura (PGGS) kepada wartawan di Jayapura, Senin(14/5).

  Menurut Uskup Leo, peristiwa pemboman di tiga gereja di Surabaya tersebut tentu sangat mengejutkan dan amat menyedihkan, khususnya kaum Kristiani yang mana telah meraskan peritiwa ini sebagai serangan langsung kepada mereka.

  “ Sebagai umat Kristiani sangat merasakan peristiwa pemboman ini sebagai serangan langsung, karena terjadi di tiga gereja, apalagi semua terjadi pada hari Minggu ketika umat sedang menjalankan ibadah,”ujar Uskup.

  Kata Uskup, justru hari Minggu dalam penghayatan umat kristiani dimana adalah hari Tuhan yang bangkit dan dirayakan dalam ibadah hari Minggu tersebut. Namun justru persis pada hari Minggu itu ada serangan dari teroris terhadap umat kristiani di Surabaya.

  “ Oleh karena itu kami bersama umat lain di Provinsi Papua ini mengutuk terhadap tindakan terorisme itu. Bersama seluruh rakyat pula seperti pernyataan Presiden dimana kami juga menolak adanya terorisme di Negara ini dan kami juga mau melawannya,’ujar Uskup.

Apalagi para pemuka agama di Tanah sudah bertekad untuk membangun Papua Tanah damai. “ Papua adalah tanah yang berkat dan damai untuk semua agama yang mana selama ini telah sama-sama merindukan kedamaian itu sesuai ajaran semua agama. Sehingga kita tegaskan menolak adanya terorisme di Papua pula,”pintanya.

Namun pihaknya menyayangkan disamping ada kerinduan kedamaian itu, tetapi ada kelompok-kelompok tertetu yang persis mau merusakkan suasana yang damai  di negara ini.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 15/ 5  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *