Juni, Batas Waktu Tuntaskan RUU Terorisme

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan keterangan pers bersama jajaran petinggi kepolisian dan TNI saat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, kemarin, Minggu (13/5/2018).

Telat, Presiden Siapkan Perppu

  JAKARTA – Kesabaran Presiden Joko Widodo untuk menunggu penyelesaian Revisi Undang-undang (RUU) Terorisme hampir habis. Kepala negara memberikan batas waktu kepada DPR dan Kementerian terkait untuk mengesankan selambatnya pada akhir masa sidang bulan Juni 2018.

  Presiden menegaskan, jika hingga akhir masa sidang bulan Juni tidak selesai, maka pemerintah akan mengambil opsi lain. “Saya akan keluarkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang),” ujarnya usai menghadiri Rakornas Pemerintahan Desa di Jakarta International Expo, kemarin (14/5).

  Mantan Walikota Solo itu mengakui, regulasi yang ada saat ini belum cukup kuat untuk menghadapi aksi teror. Oleh karenanya, dibutuhkan aturan yang lebih progresif. “Ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun dalam tindakan,” imbuhnya.

  Oleh karenanya, pihaknya mengaku sudah tidak bisa menunggu lama. Mengingat usulan draf revisi sudah disampaikan sejak Februari 2016 pasca tragedi teror di Sarinah, Jakarta atau sudah lebih dari dua tahun.

  Sebelumnya, keluhan terkait lambatnya RUU Terorisme juga disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito menilai, di UU terorisme saat ini, meski pihaknya sudah mengetahui sel-sel teroris, kepolisian tidak bisa bertindak sebelum ada kejadian atau barang bukti.

  Pada kesempatan tersebut, Presiden pun mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan tindakan pengecut, tidak bermartabat, dan biadab.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 15/ 5 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *