Pemkab Wajib Sediakan Dana Bantuan Pendidikan

Sejumlah mahasiswa dari wilayah adat Saireri saat mendatangi Kantor DPR Papua, Kamis, (3/5) untuk mempertanyakan terhentinya dana bantuan bagi mahasiswa.

JAYAPURA-Demonstrasi mahasiswa Saireri yang dilakukan di halaman Kantor DPR Papua, Kamis (3/5), terkait terhentinya bantuan studi kepada para mahasiswa selama 17 tahun lamanya, direspon Anggota Komisi II DPR Papua, Yulius Rumbairussi, yang menyebutkan bahwa dirinya cukup prihatin mendengar hal tersebut.

Pasalnya, dana Otsus, kata Rumbairussi, dengan alokasi pendidikan sudah terakomodir untuk setiap kabupaten/kota di Provinsi Papua, baik dalam bentuk fresh money maupun diprogramkan yang mana alokasinya sebesar 30 persen, sesuai amanat Otsus.

“Kita asumsikan tiap kabupaten/kota mendapat Rp 100 miliar, yang mana 30 persennya adalah Rp 30 miliar, sehingga dana inilah yang mestinya menjadi bantuan studi bagi mahasiswa yang saat ini tengah melaksanakan studi. Sebaliknya, masa sudah sekian lama dana 30 persen ini tidak juga terealisasi untuk bantuan studi mereka. Inilah yang saya pikir tidak masuk akal,” kata Yulius Rumbairussi kepada Cenderawasih Pos, Jumat (4/5) kemarin.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 5/5  (gra/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *