Disersi dan Asusila, 6 Anggota Polda Papua Diberhentikan

Elfira/Cepos

BUKA BAJU: Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yacobus Marzuki saat membuka baju salah satu mantan anggota yang diberhentikan atau PTDH dalam upacara bendera bulanan di Mapolda Papua, Selasa (17/4).

*Selamtkan Uang Negara, Tiga Anggota Terima Penghargaan

JAYAPURA-Sebanyak enam orang anggota Polri di lingkungan Polda Papua menjalani Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam upacara bendera bulanan di lapangan apel Mapolda Papua, Selasa (17/4).

Enam orang oknum polisi yang diberhentikan yaitu Brigpol  PS, Brigpol SH, Bripda  SH,  Bripda AA, Bripda  OFS dan  Bripda FYD. Dari enam polisi yang diberhentikan tersebut, empat orang yaitu Brigpol  PS, Brigpol SH, Bripda  SH dan  Bripda AA diberhentikan karena disersi, sementara dua lainnya Bripda  OFS dan  Bripda FYD karena kasus asusila

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua, Kombes Pol Jannus Siregar mengatakan, PTDH tersebut sudah menjadi keputusan yang diberikan pimpinan dalam hal ini Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar.

“PTDH untuk menindaklanjuti apa yang dilakukan anggota tersebut, karena sudah  kita lakukan  upaya yang paling mendetail kepada anggota untuk menjadi Polisi yang baik. Namun kesempatan yang kami berikan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh yang bersangkutan,” ungkap Jannus Siregar kepada wartawan di Mapolda Papua, kemarin.

Dikatakan, kesempatan yang sudah diberikan itu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh anggota sehinga mengacu pada internal yakni kode etik kepada yang bersangkutan dan sudah layak untuk diberhentikan.

“Terkait dengan kasus asusila, yang bersangkutan sebelum jadi polisi sudah punya anak dan yang bersangkutan tidak  mau bertanggung  jawab. Sementara 4 lainnya tidak menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.

Diakuinya, sepanjang tahun 2018 baru ada 6 anggota yang mendapatkan PTDH. Dirinya berharap, ke depan tidak ada lagi angota yang dipecat akibat pelanggaran yang diklakukannya. Lengkapnya pada Cepos edisi 18 april. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *