JWW-HMS Inginkan Kuliah Gratis di Papua

Pasangan Calon Gubernur nomor urut 2 John Wempi Wetipo, SH.MH dan Calon Wakil Gubernur Dr.Habel Melkias Suwae, S.Sos.MM saat disambut secara adat di Biak. 

JAYAPURA – Untuk mewujudkan visi misi “PAPUA CERDAS” calon Gubernur Papua nomor urut 2 John Wempi Wetipo, SH.MH menginginkan semua mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di semua perguruan tinggi di Papua untuk kuliah grastis.

   “Saya sudah bertekad akan mewujudkan kuliah gratis bagi semua mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di semua perguruan tinggi di Papua,” kata John Wempi Wetipo kepada wartawan di Jayapura, Rabu (11/04).

   John Wempi Wetipo menilai tingginya biaya kuliah di Papua membuat banyak anak-anak Papua tidak bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, mereka hanya sampai pada tingkat SMA dan sederajat.

   Akibatnya, kata John Wempi Wetipo, hingga tahun 2016 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua paling  rendah di seluruh Indonesia, yaitu 58,05 lebih rendah dari Papua Barat 62,21.

  “Tak hanya IPM terendah, berdasarkan data BPS pada tahun 2017 Papua urutan pertama penduduk termiskin di Indonesia dengan presentase 27,62 %,” tutur calon Gubernur nomor urut 2 tersebut.

   Untuk itu dirinya selaku calon Gubernur Papua yang berpasangan dengan Dr.Habel Melkias Suwae, S.Sos.MM merumuskan visi misi “Papua Pintar” yaitu Meningkatkan akses  dan pemerataan pendidikan berkualitas.

   “Berdasarkan data, kurang lebih ada 42 Perguruan tinggi di Papua, dan semua mahasiswa yang kuliah di 42 Kampus tersebut diberikan  gratis,” tutur Wempi Wetipo.

   Lanjut Wempi Wetipo, semua biaya kuliah akan ditanggung oleh pemerintah provinsi melalui dana Otsus Papua, setiap anak yang telah terdaftar sebagai mahasiswa akan dibebaskan dari semua biaya kuliah.

  Kita sudah memperikarakan untuk membebaskan kuliah mahasiswa di 42 Perguruan tinggi di Papua membutuhkan dana kurang lebih 500 Miliar,  dana tersebut bisa digunakan dari dana Otsus Papua bidang pendidikan.

  “Jadi orang tua tidak lagi ada beban untuk biaya kuliah anak, orang tua punya kewajiban biaya wisuda dan biaya hidup anak selama kuliah,” tutur Wempi Wetipo.

   Terkait pengiriman mahasiswa ke luar negeri, John Wempi Wetipo menyatakan telah mempunya konsep khusus untuk mengatasi hal tersebut, agar tidak menjadi masalah seperti terlantarnya mahasiswa yang di kirimi ke luar negeri.

   “Mahasiswa yang dikirim ke luar negeri inikan progam pemerintah provinsi, namun faktanya merekanya nyaris terlantar dan bahkan hampir dipulangkan,” ungkap Wempi Wetipo.

   selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 12/4  (Tim Josua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *