Guru Jarang di Tempat, Orang Tua Murid Tolak UN

Moses Kaibu

MERAUKE- Para orang tua murid yang  ada di SD Negeri Komolom, Distrik  Kimaam, Kabupaten Merauke pada Tahun 2018 ini menolak Ujian Nasional (UN) digelar.

    Penolakan   UN ini bukan tanpa alasan. Para orang tua  tersebut menilai  bahwa UN yang digelar itu merupakan sebuah formalitas dan pembodohan bagi anak-anak mereka. Pasalnya, selama  ini guru   tidak berada di tempat, hanya ada pada saat akan menggelar ujian seperti ini  baru mereka (guru)  turun ke sekolah.

     “Jadi mereka sepakat menolak UN, karena para guru ini hanya ada pada saat ujian mau dilaksanakan. Tapi untuk kegiatan  belajar mengajar selama satu tahun tidak pernah terjadi. Ini bentuk pembodohan kepada masyarakat terutama kepada anak-anak yang merupakan generasi masa depan bangsa dan daerah ini,” kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke Moses Kaibu, kepada wartawan di Kantor DPRD Merauke, Rabu (5/4), kemarin.

    Menurutnya,  penolakan penyelenggaraan UN ini murni dilakukan oleh orang tua murid di sekolah tersebut. Para orang  tua dari siswa tersebut telah telah menyampaikan penolakan  tersebut ke pihaknya saat melakukan monitoring ke Kampung Komolom beberapa waktu lalu.

selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos Edisi 6/4  (roy/ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *