Dinobatkan Sebagai ‘Mambri’ Kapolres Menolak Secara Halus

Kapolres Biak Numfor AKBP Rachmad Amsori, SIk yang didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Diana Amsori, saat dikenakan topi kulit kayu sebagai tanda diterima dan kehormatan tinggi bagi masyarakat Kampung Dedifu dan Aseryendi, Distrik Biak Barat, Kamis (5/4) kemarin.

*Saat Kunjungan Ke Distrik Biak Barat

BIAK-Kapolres Biak Numfor, AKBP Rachmad Amsori, SIk di sela-sela kunjungannya ke Kampung Aseryendi dan Dedifu dinobatkan oleh masyarakat sebagai ‘Mambri’. Meski begitu, Kapolres menolak secara halus. Penobatan ini kata Kapolres terlalu berlebihan, terlebih jika disebut sebagai seorang penguasa.

Sebab kedatangannya ke kampung-kampung murni untuk silaturahmi, sekaligus mengajak masyarakat menciptakan kondisi Kamtibmas yang aman, dalam rangka Pilkada Bupati Biak Numfor dan Pilgub.

Maksud dari kata Mambri ini seperti yang dikatakan oleh tokoh adat setempat bukanlah sebagai penguasa, namun sebagai bentuk singkatan dari Makmur, Aman, Bersih, Rapi dan Indah. Dalam kunjungan cipta kondisi ini, Kapolres  juga menyampaikan beberapa informasi penting secara langsung bagi masyarakat.

selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos Edisi 6/4  (il/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *