Anggap KLB dan Kejahatan Kemanusiaan

Kepala perwakilan Komnas HAM Perwakilan Papua, Fritz B Ramandey S.Sos saat bertemu korban di Rumah Sakit di Keerom, Senin (2/4) kemarin.

*)Januari-Maret 2018 Sudah Ada 17 Korban Tewas karena Miras

*) Miras Diduga Diproduksi di Satu Tempat di Kota Jayapura

JAYAPURA – Kasus tewasnya 6 orang warga Keerom akibat mengkonsumsi Miras akhir pekan lalu, disimpulkan oleh Komnas HAM Perwakilan Papua sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang mengarah ke kejahatan kemanusiaan.

  Hal ini karena berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Komnas HAM Perwakilan Papua selama 2 hari ( Minggu 1 April dan Senin 2 April) terhadap kasus ini di Keerom, didapati fakta dan indikasi bahwa kasus serupa  terjasi sejak Januari – Maret 2018, telah memakan korban 17 orang dalam kurun waktu tersebut.

  Kepala perwakilan Komnas HAM Perwakilan Papua, Fritz B Ramandey S.Sos kepada Cenderawasih Pos menyampaikan hasil kesimpulan sementara dari investigasi yang dilakukan tim Komnas HAM  Perwakilan Papua  bahwa meninggalnya 6 warga di Keerom karena mengkonsumsi Miras dari botol bermerek Mansion House.

  “Dari hasil wawancara kami dengan beberapa korban yang sedang dirawat, mereka mengaku Miras tersebut bukan hasil Oplosan, hanya disoda dengan coca cola dan diminum, dan setelah ditelusuri, dengan melihat barang bukti botol Miras yang dikonsumsi,  ada indikasi kuat, miras tersebut bukan dari pabriknya, tetapi hasil olahan atau campuran sendiri dan diproduksi suatu tempat di Jayapura dan dijual secara sembunyi-sembunyi,” ujar Fritz.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 4/4 (luc/fia/oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *