Merasa Dihina di FB, HMS  Lapor Pemilik Akun ke Polisi

HMS usai keluar dari ruang SPKT didampingi Kuasa Hukumnya melaporkan Akun Facebook atas nama Saly Maskat, Kamis (22/3).

JAYAPURA- Berawal dari postingan Facebook (FB) akun milik Saly Maskat yang dinilai menghina Habel Melkias Suwae ( HMS), calon wakil gubernur yang saat ini tenggah maju dalam Pilkada Gubernur Papua,  pemilik akun tersebut dilaporkan oleh HMS ke Polda Papua.

Status yang ditulis akun Saly Maskat dengan menandai temannya yang lain berbunyi “ Tidak cagub, tidak Cawagubnya sama saja soal  pendidikan S1 dan  S2 terindikasi bermasalah, karena diportal Universitas Hasanudin ketika dikroscek malah atas nama orang lain. Ayoo dukun kebenaran, jika ada yang membantah disertai bukti-bukti”

  Atas postingan  tersebut, calon Wakil Gubernur Provinsi Papua nomor urut 2 ini melaporkan akun tersebut ke Polda Papua, Kamis (22/3)  karena merasa hal tersebut sebagai penghinaan.

“Bagi saya ini adalah penghinaan, sehingga saya ingin menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum  dan harus tuntas  hingga yang bersangkutan diproses hukum,” ucap HMS kepada Wartawan usai keluar dari ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua.

  Terkait dengan dirinya S2, HMS meminta untuk membuktikan itu apakah dirinya kuliah atau tidak. Bahkan jika perlu, bisa dikumpulkan temannya semasa kuliah.

Sementara itu, Kuasa hukum HMS, Pascalis Letsoin, SH  menuntut pihak kepolisian untuk professional dan apa yang dilakukan Sally  melalui akun facebooknya merupakan pembunuhan karekter dan ini harus diproses secara hukum yang berlaku.

  “Orang sekolah dibilang tidak sekolah, dan ini merupakan tindakan pembunuhan kerekter seseorang, dan kami akan tuntut dia agar diproses secara hukum yang berlaku,” tegasnya.

   HMS  sendiri sudah dimintai ketarangannya saat membuat laporan, namun pihak kepolsian meminta untuk berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua apakah akun yang bersangkutan terdaftar untuk mempublis berita kampanye atau tidak.

“Kami sudah diminta keterangan dan saat berkoordinasi pihak kepolisian meminta untuk melaporkan kepada Bawaslu akun tersebut apakah terdaftar atau tidak, kalau pun tidak maka pihak Kepolisan akan menindak lanjuti, dan sebaliknya kalau terdaftar maka ranah tersebut akan diproses oleh Bawaslu,” jelasnya.

  Dikatakannya, yang bersangkutan akan dikenakan Pasal 310  pencemaran nama baik sementara untuk UU ITE pasal 27 ayat 3 Junto Pasal 43 atau pasal 36 junto pasal 45 yang bersangkutan  terancaman 1 tahun dan maksimal 5 tahun penjara serta denda Rp 1 milliar. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *