Kapolda :  Wujudkan Situasi yang Aman dan Damai di Papua

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs Boy Rafli Amar ketika menyampaikan sambutan

JAYAPURA – Guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH pada Kamis (22/3), menggelar pertemuan bersama Forkopimda Provinsi Papua, para Bupati Pegunungan tengah, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh adat dan Tokoh Perempuan dengan peserta berjumlah 100 orang.

Pertemuan diadakan di  Rimba Papua Hotel (RPH) Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika

  Selain Kapolda Papua Irjen Pol. Drs Boy Rafli Amar,  hadir juga dalam acara tersebut   Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa, Pjs Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, Danlantamal XI Merauke Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suarya,  Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, serta beberapa pejabat utama Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih, para Kapolres jajaran Polda Papua, para Dandim jajaran Kodam XVII Cendrawasih, EVP PT. Freeport Indonesia Sony Prasetyo, VP SRM PT. Freeport Indonesia Amarullah serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan.

   Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan dilanjutkan dengan menyanyikan beberapa lagu religi dari tokoh gereja dan pembacaan doa

   Kapolda Papua dalm sambutannya mengatakan, kegiatan tatap muka ini merupakan upaya dari Polda Papua untuk silaturahmi dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di Kabupaten Mimika serta menjelang pelaksanaan Pilkada Gubernur dan bupati yang akan di selenggarakan di Provinsi Papua. Polri dengan dibantu oleh TNI serta penyelenggara pilkada akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan aman damai dan demokratis. “ Demokrasi di negara kita adalah demokrasi yang berdasarkan hukum, oleh karena itu kita harus bisa membuat masyarakat taat dan sadar hukum dengan menyalurkan aspirasinya sesuai aturan yang berlaku termasuk pelaksanaan pilkada ini diatur oleh hukum dan peraturan KPU,” ujarnya.

  Pada pelaksanaan Pilkada ini, dirinya mengajak semua pihak untuk wujudkan situasi yang aman dan damai sehingga Indeks demokrasi diharapkan bisa naik dan maju. “ Bawaslu mengindikasikan bahwa Papua adalah daerah yang dianggap rawan, ini menjadi tantangan kita bagaimana agar kita bisa membalikkan indikasi tersebut dan menjadikan pilkada Papua menjadi aman dan damai. Mulai pada bulan Desember kami Polda Papua bersama pangdam XVII Cenderawasih melaksanakan doa bersama tokoh agama tokoh masyarakat yang ada di Papua,”paparnya.

   Dikatakan, Doa merupakan hal penting karena Tuhan merupakan palang pintu bagi semua Masalah yang ada dan dengan demikian akan mengajarkan nilai-nilai ketuhanan. “ Dalam pelaksaan Pilkada nanti Polri dan TNI akan mengutamakan tindakan preemtif agar pelaksanaan demokrasi dilaksanakan secara damai dan bermartabat

Kita ingin pemilihan pemimpin di Papua tidak berdiri diatas darah masyarakat akan tetapi diraih dengan cara yang demokratis dan bermartabat. Konflik yang selama ini terjadi tidaklah menjadi solusi akan tetapi pendekatan dengan pembangunan adalah yang lebih utama karena pelaksanaan Otsus ini dimaksudkan adanya peran serta dari masyarakat Papua untuk membangun Papua,” ujar Kapolda.  

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 23/3  (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *