Pemerintah Selandia Baru Dukung NKRI

DIALOG: Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi dan Dubes RI Untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya saat berdialog dengan mahasiswa/mahasiswi dan pelajar Indonesia asal Papua, saat melakukan kunjungan kerja di Wellington, Selandia Baru, 18-19 Maret 2018.

Ke Selandia Baru, Presiden Jokowi Temui Mahasiswa/i Asal Papua

JAYAPURA-Pemerintah Selandia Baru dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan dukungan Pemerintah Selandia Baru ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Pemerintah Selandia Baru yang diwakili Perdana Menteri Jacinda Ardern yang didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Winston Peters dan Menteri Pertahanan (Menhan) Ron Mark, di Wellington.

Pertemuan bilateral dengan Pemerintah Selandia Baru tersebut merupakan salah satu agenda kegiatan kunjungan Presiden Jokowi ke Wellington Selandia Baru, 18-19 Maret 2018.   

Dalam pertemuan Presiden Jokowi yang didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menlu Retno Marsudi, Mensekneg Pratikno, Kepala BKPM Tom Lembong, Dirjen PEN Kemdag Arlinda dan Dubes RI di Wellington Tantowi Yahya secara tegas dan komprehensif  menjelaskan posisi Indonesia dalam permasalahan kemanusiaan di Rohingnya, konflik nuklir di Korea, sengketa di Laut China Selatan, sengketa daging di WTO, IUU Fishing dan tentu saja soal Papua.

Semua dijelaskan oleh Presiden, Menkopolhukam dan Menlu secara faktual dan artikulatif.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Selandia Baru melalui Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan, dapat memahami dan posisi Indonesia termasuk soal Papua.

Dukungan terhadap keutuhan NKRI juga disampaikan Ketua oposisi, Simon Bridges yang melakukan pertemuan dengan Presiden usai pertemuan dengan Pemerintah Selandia Baru. “Ketua Oposisi Simon Bridges yang mengakui integritas teritorial Indonesia,” ungkap Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dalam releasenya yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (21/3).

Dalam kunjungannya di Wellington, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi menurut Tantowi Yahya, juga melakukan dialog dengan 30 mahasiswa/mahasiswi Indonesia asal Papua mewakili 150 pelajar dan mahasiswa/mahasiswi asal Papua yang ada di Selandia Baru.

Selama dialog yang berlangsung akrab dan santai, Presiden Jokowi menurutnya mendengar dengan seksama setiap aspirasi dan harapan yang disampaikan.

“Dialog berlangsung sangat cair seperti hubungan bapak dan anak. Presiden mengapresiasi inisiatif  KBRI Wellington dalam menampilkan berbagai potensi yang dimiliki oleh putra-putri Papua lulusan dari Selandia Baru,” ungkap Tantowi Yahya yang ikut mendampingi Presiden Jokowi.

Tantowi mengatakan, putra/putri Indonesia asal Papua yang melanjutkan studi di Selandia Baru memiliki banyak potensi. Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dua putri Papua lulusan sekolah penerbangan akan menjadi pilot Garuda Indonesia.

“Bahkan beberapa stasiun televisi swasta akan menampilkan putra-putri Papua sebagai penyiar dan presenter,” ungkap Tantowi Yahya yang ikut mendampingi Presiden Jokowi.

Selain bertemu dengan pelajar dan mahasiwa/i asal Papua, Presiden Jokowi menurut Tantowi Yahya melakukan pertemuan dengan warga Indonesia yang ada di Selandia Baru. Pertemuan tersebut dihadiri 1000 warga (20 persen dari jumlah seluruh WNI di Selandia Baru) yang datang dari berbagai penjuru Selandia Baru.

Secara antuasias warga menyambut Presiden dan ibu negara dengan lagu-lagu nasional. Presiden dan ibu negara secara telaten menemui dan menghampiri mereka serta tak lupa berswafoto. “Presiden menghargai warga yang datang dari tempat-tempat jauh,” tambahnya.

Tantowi menambahkan, pihaknya juga melakukan trade mission yg diadakan di Auckland yang diikuti sejumlah pengusaha Indonesia dan Selandia Baru mencatat transaksi sebesar 9.7 juta US$. “Kopi mencatat transaksi sebesar 6 juta US$. Kami optimis target perdagangan senilai Rp 40 triliun pertahun sebelum 2024 dapat terealisasi. Saat ini nilai perdagangan Indonesia-Selandia Baru berada pada angka sekitar Rp 16 triliun pertahun,” pungkasnya. (nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *