Foberja Ancam Boikot Pilkada  Jayawijaya

Wakil Ketua Foberja Papua, Drs. Bartolomeus J Paragaye, mewakili masyarakat adat Jayawijaya Hetuken Itlay, Wakil Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Jayawijaya, Soleman Elosak saat memberikan keterangan pers di Hotel Agung,  Kota  Jayapura, Selasa, (20/3).

Jika Gugatan yang Dilayangkan di DKPP Ditolak

JAYAPURA-Forum Bersatu Rekonsiliasi Jayawijaya (Foberja) Papua bersama seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya mengancam akan memboikot pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya jika gugatan mereka di DKPP tidak dikabulkan.

Wakil Ketua Foberja Papua, Drs. Bartolomeus J Paragaye menegaskan,  persoalan Pilkada telah dilakukan gugatan kepada Panwaslu Kabupaten Jayawijaya atas penetapan KPU Jayawijaya terhadap John Ricard Banua dan Marthin Yogobi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

Dikatakan, gugatan yang dilakukan kepada Panwaslu karena beberapa persyaratan yang tidak dipenuhi oleh pasangan John Ricard Banua dan Marthin Yogobi.

Dimana LHKPN pasangan tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat karena terlambat  diurus atau melampaui batas waktu yang ditentukan oleh KPK yaitu, 20 Januari 2018.

Namun kenyatannya, LHKPN yang dilaporkan oleh pasacangan calon Jhon Ricard Banua dan Marthin Yogobi ke KPK tertunda hingga 23 Januari 2018.

Selain itu, ijazah SMA paket C dan S-1 Yapen Surabaya atas nama Jhon Ricard Banua  dan ijazah SMA atas nama Marthin Yogobi tidak dilegalisir, kemudian ijazah SD dan SMP  pasangan calon ini tidak disertakan dalam berkas pencalonan.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 21/3 (oel/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *