Perawat RSUD Wamena Pertanyakan Pembayaran Insentif

Rapat koordinasi Pemkab Jayawijaya dengan perawat RSUD Wamena di ruang rapat RSUD Wamena, Senin, (19/3).

WAMENA-Sejumlah tenaga perawat RSUD Wamena mempertanyakan belum dibayarkannya insentif mereka serta besarannya yang turun, di mana tahun 2017 sebesar Rp 1, 3 juta dan Tahun 2018 hanya Rp 600.000 sedangkan untuk tenaga dokter sama sekali tidak diturunkan.

Insentif dokter spesialis Rp 30 juta dan dokter umum Rp 5 juta, hal ini yang membuat perawat di RSUD Wamena mempertanyakan masalah tersebut lantaran mereka menilai jam kerja mereka lebih banyak dibandingkan tenaga dokter.

Hal tersebut mereka sampaikan kepada Pjs Bupati Jayawijaya, Doren Wakerwa didampingi Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo, Asisten 1 Sekda Jayawijaya Tinggal Wusono, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Willy Mambiew dan Kepala Dinas Keuangan Samuel Patasik di ruang rapat RSUD Wamena, Senin (19/3).

Pjs  Bupati Jayawijaya, Doren Wakerwa mengatakan, menyikapi masalah ini, pihaknya akan melakukan rasionalisasi anggaran untuk selanjutnya insentif mereka dibayarkan beberapa bulan ke depan mengingat ini telah ditetapkan dalam APBD.

“Untuk Tunjangan Pendapatan Perbulan (TPP) akan diusulkan kembali dalam APBD perubahan, namun yang sudah ada ini bisa berjalan dulu,”katanya usai pertemuan dengan perawat dan dokter RSUD Wamena.

Menurutnya, untuk surat keputusan (SK) yang belum dikeluarkan akan dievaluasi oleh pemerintah melalui Sekda Jayawijaya dan Asisten 1 Sekda Jayawijaya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Selasa, 20/3.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *