Belum Sekali pun Layangkan Pukulan ke Presiden

Screen shoot video log saat Abed melatih tinju Presiden Jokowi. FOTO FOLLY AKBAR/JAWA POS

Cerita Albert Gilbert Nanlohy Latih Tinju Presiden Joko Widodo

Sudah empat bulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani privat tinju dengan Albert Gilbert Nanlohy. Di antara murid-murid yang lain, presiden termasuk yang mudah melahap menu latihan dengan cepat.

Folly Akbar, Kota Bogor

Nama Abed –sapaan karib Albert Gilbert Nanlohy– mungkin tidak setenar sekarang jika Udin Syamsudin, pelatih tinju senior di Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Bogor, tidak berhalangan. Semula yang direkomendasikan KONI Kota Bogor untuk melatih presiden memang Udin. Bukan Abed.

Namun, kondisi kesehatan Udin yang sedang tidak baik membawa berkah tersendiri bagi Abed. ”Saya menggantikan senior yang kurang sehat,” ujarnya saat ditemui di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Jumat lalu (16/3).

Kabar penunjukannya terhitung mendadak. Hanya sepekan menjelang latihan perdana di suatu sore November 2017. Dia lupa tanggal pastinya. Tawaran itu tiba saat tengah melatih petinju muda Kota Bogor di kompleks balai kota.

Pada awalnya, pria asal Ambon tersebut mengaku terkejut ditunjuk sebagai pelatih presiden. Maklum, karirnya sebagai atlet tinju terbilang tidak bagus-bagus amat. Hanya pernah menjadi peringkat ketiga Sijori Cup, turnamen tinju amatir yang digelar di Kota Batam pada 1995. Sisanya, hanya mengikuti turnamen-turnamen level lokal-nasional di beberapa daerah. Usahanya untuk mengikuti turnamen di luar negeri tak kunjung datang. Dengan kondisi itu, di benaknya, masih banyak petinju yang lebih hebat.

Namun, istana rupanya memiliki pertimbangan lain. Presiden bukan mencari pelatih untuk dipersiapkan mengikuti turnamen. Melainkan hanya untuk olahraga. Jokowi ingin pelatih yang dekat. Yang sewaktu-waktu bisa datang dengan cepat ke Istana Bogor jika ada waktu luang. Akhirnya Abed pun menerima dengan antusias. ”Karena ada waktu luang, bapak suka joging, panahan, kuda. Mungkin pengin belajar olahraga yang lain, tinju. Sebagai pelatih harus siap,” tuturnya.

Abed pun mulai menyiapkan diri. Selama sepekan itu, di tengah jantungnya yang sedikit berdebar, dia berpikir dan memilah. Menentukan menu latihan seperti apa yang cocok untuk Jokowi. Semakin mendekati hari latihan, rasa gugup itu kian menghantui. Dan puncaknya terjadi di hari H. Takut-takut ada yang salah. ”Pertama kali gugup juga. Nggak nyangka bisa sampai melatih Bapak,” tuturnya dengan logat Sunda yang kental.

Setelah diperiksa Paspampres, Abed pun menemui presiden. Di situ, semua peralatan sudah disediakan. Lengkap. Mulai sarung tangan, handuk, hingga sansak. Setelah bersalaman dan sedikit basa-basi, keduanya berlatih. Dimulai dengan pemanasan dan senam-senam kecil. Setelah dirasa cukup, Abed mengajari presiden dasar-dasar bertinju. Mulai posisi kuda-kuda, posisi tangan, cara memukul, gerakan maju mundur, cara menghindari pukulan, hingga teknik melompat sambil melayangkan pukulan.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Selasa, 20/3 

(*/oki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *