Polda PB Bongkar Ilegal Logging di Bintuni

Dua Perusahaan Diduga Terlibat Penebangan Liar

MANOKWARI-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua Barat mengungkap dugaan ilegal logging atau penebangan hutan secara ilegal di Kabupaten Teluk Bintuni. Sejumlah barang bukti berupa kayu olahan, kayu log, dump truk, truk, alat berat eskavator, telah diamankan sebagai barang bukti.

Kasubdit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Dit Reskrimsus Polda Papua Barat, AKBP Junof Siregar kepada wartawan di Mapolda menuturkan, hingga saat ini sudah 12 saksi telah dimintai keterangan, termasuk dua pemilik perusahaan, PT Nur Hasanah Karya Abdi dan PT Kharisma Chandra Kirana. Pada Jumat ( 16/3) penyidik memeriksa pemilik atau direktur PT Nur Hasanah Karya Abadi bernisial HP.  “Saat ini (Jumat, 16/3) kami masih mintai keterangan Direktur PT Nur Hasanah Karya Abadi,” tutur AKBP Junof Siregar.

Diduga kuat pembalakan liar di Bintuni ini memanfaatkan pembangunan jalan menuju Kampung Taroi sejak September 2017 hingga terungkap 12 Februari 2018. Polisi juga menemukan jalan alat berat yang melakukan penebangan  kayu jenis merbau. Barang bukti yang diamankan penyidik di lokasi pembangunan jalan diantaranya 5 unit dump truk, 1 truk, 2 unit alat berat axcavator miliki PT Nur Hasanah Karya Abadi. Sedangkan di lokasi industri kayu PT Kharisma Candra Kencana, polisi menyita 132 palet kayu olahan panjang 4 meter, 92 palet kayu olahan panjang campuran, 17 barang kayu log panjang 4 meter, 3 batang kayu log panjang 3 meter dan 2 batang kayu log panjang 2 meter. “Kami sedang tangani kasus dugaan tindak pidana di bidang kehutanan, melakukan penebangan tanpa izin dari pejabat berwenang. Sebanyak 12 saksi telah kami mintai keterangan,” ujarnya.

baca selengkapnya di Harian Cenderawasih Pos Edisi Senin, 19/3 (lm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *